KABUPATEN SUKABUMI

Kementrian PUPR Cek Kualitas Air di Kebonpedes Sukabumi, Puluhan Tahun Darurat Air Bersih

×

Kementrian PUPR Cek Kualitas Air di Kebonpedes Sukabumi, Puluhan Tahun Darurat Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Kementrian PUPR Cek Kondisi Warga Kebonpedes Sukabumi
Petugas Kementrian PUPR dan Pemprov Jabar, saat mengecek kualitas air kolam yang digunakan warga Kampung Gunungbatu, Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI – Kondisi ratusan warga di Kampung Gunungbatu, RT 02/RW 04, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, yang sudah puluhan tahun mengalami krisis air bersih, telah menyita perhatian semua kalangan.

Lokasi pemukiman penduduk yang tinggal di sekitaran pinggiran lahan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) itu, terpaksa harus membeli air galon, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Lantaran, sumur yang mereka gunkanan selain mengering, juga kualitas airnya menguning karena mengandung zat besi.

Bank bjb Tandamata

Kondisi darurat air bersih ini, tampaknya sampai ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jendral Cipta Karya. Bahkan, tim dari Kementrian PUPR dan Pemprov Jabar langsung turun ke lapangan, untuk melakukan agenda studi karakteristik lokasi kondisi fisik, air baku, sosial masyarakat, dan validasi algorithm pemilihan teknologi air minum pada wilayah 3T di Kampung Gunung Batu, RT 02/RW 04, Desa/Kecamatan Kebonpedes.

“Iya, tadi kita kedatangan tamu dari Kementerian PUPR dari tim Provinsi Jawa Barat, untuk menindaklanjuti setahun kebelakang ada krisis air bersih yang ada di Kampung Gunungbatu,” kata Kepada Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani kepada Radar Sukabumi pada Kamis (22/08).

Saat tim dari Kementrian PUPR tiba di Kebonpedes, sambung Dadan, mereka langsung melakukan peninjauan ke lokasi sejumlah sumur milik warga dan ke lokasi kolam yang sering warga manfaatkan untuk kebutuhan mencuci, mandi dan kaskus.

“Tadi langsung di cek HB, cek kadar besinya dan semuanya di cek. Ya pemeriksaan sementara mungkin, sumur-sumur diperiksa kadar airnya, terus kolam juga diperiksa dan mewawancarai masyarakat, apakah benar atau tidak,” tukasnya.

“Ternyata memang kita tidak mengada-ngada, saya sebagai Kepala Desa Kebonpedes, langsung ditanya bahwa hari ini memang kita warga Kampung Gunung Batu, RT 02/RW 04 ini, memang krisis air bersih,” timpalnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, darurat krisis air bersih di wilayah kampung tersebut, telah dialami sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sekitar 150 orang.

“Memang, semua warga di kampung ini, airnya sudah tidak layak dikonsumsi. Apalagi, sekarang musim kemarau kondisi airnya semakin menguning dan agak kehitam-hitaman, makanya warga tidak ada yang berani menggunakan airnya,” ujarnya.

Kondisi darurat air bersih ini, mulai dirasa memprihatkan oleh warga di kampung itu, semenjak memasuki musim kemarau. Karena, menurutnya semenjak kemarau seluruh warga di kampung itu telah mengambil air dari kolam MCK mushola.

“Air kolam itu, bersumber dari saluran air Sungai Cimuncang. Jadi, kondisinya agak lumayan tidak terlaku kuning, jika dibandingkan air sumur. Tapi, yah begitu sebenarnya itu tidak layak. Karena, dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan warga,” bebernya.

Untuk itu, ia bersama warga lainnya berharap dengan kedatangan atau kunjungan dari PUPR ini, bisa mengatasi persoalan warga, terkait darurat air bersih serta mendapatkan bantuan sarana dan prasarana, untuk dibangunnya artesis. Terlebih, saat memasuki musim kemarau saat ini, masyarakat sangat membutuhkan air bersih.

“Kalau musim kemarau seperti saat ini, masyarakat kembali lagi mengambil air ke kolam dengan menggunakan ember atau jerigen. Tapi, kalau untuk kebutuhan minum dan memasak, warga biasanya membeli air galon,” pungkasnya. (Den)