BERITA UTAMA

Kronologis Penemuan Jasad Membusuk di Hutan Kadudampit, Kepala Terpisah Kelamin Hilang

×

Kronologis Penemuan Jasad Membusuk di Hutan Kadudampit, Kepala Terpisah Kelamin Hilang

Sebarkan artikel ini
DIEVAKUASI : Petugas Kepolisian saat mengevakuasi penemuan mayat dengan kondisi mengenaskan di wilayah kawasan Hutan Taman Nasional Situ Gunung, Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (16/07) malam.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)
DIEVAKUASI : Petugas Kepolisian saat mengevakuasi penemuan mayat dengan kondisi mengenaskan di wilayah kawasan Hutan Taman Nasional Situ Gunung, Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (16/07) malam.(FOTO : UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI – Kapolsek Kadudampit, Polres Sukabumi Kota, Ipda Suhendar kepada Radar Sukabumi menjelaskan, peristiwa penemuan mayat mengenaskan ini, bermula saat empat orang warga tengah berjalan untuk mencari ikan ditemani anjing peliharaannya pada Selasa (16/07) siang, tepatnya sekira pukul 14.00 WIB.

“Namun, saat tidak jauh dari lokasi curugan air Danau Situ Gunung, anjing yang dibawanya terung menggonggong. Sehingga, menimbulkan kecurian pada empat warga tersebut.

Bank bjb Tandamata

“Setelah di cek, ternyata ada sesosok mayat yang tergeletak di hutan itu,” kata Suhendar kepada Radar Sukabumi pada Rabu (17/07).

Setelah itu, ke empat warga itu langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Kadudampit sekira pukul 16.30 WIB. Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia bersama sejumlah anggotanya dan Kepala Resort Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), langsung bergegas mendatangi kejadian dengan jarak cukup jauh.

“Iya, TKP lumayan cukup jauh yah, kami berjalan kaki sekitar 1,5 jam karena tidak ada akses jalan untuk kendaraan bermotor. Itu lokasinya berada di sekitaran pinggir sungai yang masuk dalam kawasan hutan nasional,” paparnya.

Selain jauh, kata Suhendar, akses menuju lokasi penemuan mayat tersebut juga jalannya cukup terjal dan licin. “Kalau jarak dari lokasi pemukiman warga sampai ke TKP itu, ada semutar 4 kilometer,” imbuhnya.

“Jalur tersebut jarang digunakan masyarakat, paling masyarakat yang pemancing. Itu pun hanya 1 atau 2 orang, karena memang lokasinya cukup sulit juga untuk dilalui transportasi ataupun lalul alang masyarakat,” imbuhnya.

Setiba di lokasi, petugas Kepolisian dari Sektor Kadudampit dan Tim Inafis Polres Sukabumi Kota, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pihak kepolisian, tidak menemukan ciri khusus yang terdapat pada korban. Karena kondisi jasadnya sudah mengalami pembusukan serta tidak ditemukan identitas apapun di sekitar lokasi penemuan.

“Iya, itu jasadnya sudah tidak utuh lagi atau kondisi jasadnya sudah tidak utuh. Jenis kelamin diduga laki-laki. Kalau untuk usia tidak bisa kami ketahui, karena kondisinya sudah hancur. Dan diperkiriakan korban meninggal dunia lebih dari 10 hari yang lalu,” ujarnya.

“Sementara belum dapat diidentifikasi atau dikenali jasadnya. Kondisi mayat tidak mengenakan pakaian dan sudah membusuk sebagian serta bagian kepala sudah terlepas dari badanya,” paparnya.

Untuk itu, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara resmi terkait kematian korban. Terlebih, dirinya juga belum mendapati bukti adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Kita belum mengetahui, apakah mayat ini dibunuh atau bagaimana. Tadi malam juga, jasadnya sudah dievakuasi ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi,” tukasnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Kadudampit, khususnya bagi warga Desa Sukamanis dan Desa Cikahurupin, jika ada anggota keluarganya yang saat ini beluk kembali atau dinyatakan hilang, maka disarankan segera melapor ke Mapolsek Kadudampit. “Iya, silahkan mendatangi Polsek Kadudampit atau Polres Sukabumi Kota,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Ade Irawan mengatakan, pihaknya membenarkan terkait penemuan sesosok mayat yang menggemparkan warga Desa Sukamanis. Lantaran, kondisi jasadnya sudah tidak utuh. Bahkan, kondisi pada bagian kepalanya, sudah berubah menjadi tengkorak.

“Iya, benar itu kejadian penemuannya kemarin siang. Tapi, dievakuasinya malam tadi. Karena, memang jalurnya cukup ekstrim dan jauh dari pemukiman penduduk,” kata Ade.

Pihaknya menambahkan, bahwa pemerintah Desa Sukamanis hingga saat ini belum mendapatkan laporan dari warganya yang kehilangan anggota keluarganya.

“Untuk saat ini, belum ada warga kami yang melapor ke desa terkait anggota keluarganya yang hilang. Dari kemarin siang juga, sudah kami informasikan kepada warga dan setiap Kadus di wilayah desa kami, jika ada anggota keluarganya yang hilang, silahkan melapor ke Polsek Kadudampit,” pungkasnya. (den/d)