KABUPATEN SUKABUMI

BPKH Tinjau Bangunan Huntap di Desa Kertaangsana Sukabumi,  Untuk Korban Bencana Retakan Tanah

×

BPKH Tinjau Bangunan Huntap di Desa Kertaangsana Sukabumi,  Untuk Korban Bencana Retakan Tanah

Sebarkan artikel ini
Huntap Pergerakan Tanah Nyalindung Sukabumi
Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monitoring Evaluasi Kemaslahatan BPKH, Indriayu Afriana dan jajaranya saat foto bersama di lokasi Huntap

SUKABUMI – Korban bencana tanah bergerak yang menerjang wilayah Kampung Gunung Batu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, akhirnya kini sudah mulai menghuni Hunian Tetap (Huntap) yang dibangun Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), meskipun sarana umum belum dibangun oleh pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi.

Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monitoring Evaluasi Kemaslahatan – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Indriayu Afriana mengatakan, BPKH sudah mengelontorkan bantuan melalui DT Peduli untuk membangun rumah, sarana air bersih, masjid dan listrik untuk korban bencana retakan tanah di wilayah tersebut, sesuai perjanjian kerjasama.

Bank bjb Tandamata

“Rumah sudah hampir selesai, tinggal listrik saja, itu pun lagi proses. Para korban bencana sebanyak 50 KK sudah mengisi Huntap yang kami bangun melalui DT Peduli,” kata Indriayu usai melakukan kunjungan akhir ke kampung BPKH Sukabumi pada akhir pekan ini, Sabtu (06/07).

Setelah melakukan pengecekan, sambung Indriayu, dari seluruh pekerjaan di lokasi relokasi tersebut, sudah tercapai 97,4 persen. Sementara, pekerjaan yang tersisa saat ini, hanya pekerjaan penarikan listrik dari PLN.

“Kami juga menunggu dari PLN, agar segera membantu menyelesaikan pemasukan listrik ke rumah-rumah warga. Karena dari 129 hunian yang kami bangun, sekarang sudah hampir 50 keluarga yang sudah pindah ke sini,” ujarnya.

“Jadi alhamdulillah, dari seluruh pengerjaan, pasumnya ada Masjid sudah beraktivitas, ini sudah tiga kali jumat informasinya, sholat lima waktu sudah digunakan, kemudian prasarana untuk kampung BPKH juga sudah kami selesaikan,” timpalnya.

Saat ini, ia dari BPKH melakukan pengecekan bersama dengan DT Peduli selaku mitra kemaslahatan dan juga pengawas. BPKH dalam pelaksanaan kegiatan kemaslahatan secara keseluruhan, telah dilakukan pengawasan dan ada pihak profesional yang mengawasi setiap pembangunan.

“Jadi kami menargetkan di bulan Juli ini, minggu ketiga harusnya sudah selesai semua. Mudah-mudahan, disuport oleh PLN dan juga Pemda khususnya dinas Perkim ya, karena seluruhnya dari pekerjaan ini yang memang belum adalah pasum untuk jalan juga drainase dan TPT-nya yah,” tukasnya.

Menurutnya, jika di wilayah tersebut tidak dibangun drainase dan jalan beserta Tembok Penahan Tanah (TPT), maka wilayah tersebut akan menjadi resiko untuk rumah dengan kondisi lahan yang kurang memungkinkan.

“Iya, sehingga kami mohon disupport juga, semoga Pemda bisa segera merealisasikan pasum sebagaimana yang telah disampaikan kepada kami sebagai komitemen awal Pemda, ketika kami BPKH ingin masuk ke Sukabumi ini untuk membangun kampung BPKH ini,” ujarnya.

“Kami sudah memperlihatkan komitmen kesungguhan BPKH, dan kami siap menyambut kerjasama baik dari Pemda setempat, Insya Allah di akhir bulan ini kami ingin segera menyelesaikan dan dapat segera kita resmikan bersama,” bebernya.