SUKABUMI – Polres Sukabumi Kota, akhirnya turun gunung menyikapi viralnya video aspal jalan yang baru selesai dibangun. Namun, mudah terkelupas di Kampung Rawabelut, RT 06/RW 07, Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo mengatakan, ia mengaku sudah menginstruksikan sejumlah anggotanya dari Unit Tipikor Polres Sukabumi Kota, untuk mengecek secara langsung kelapangan, untuk memastikan kebenaran dari viralnya video aspal jalan yang baru dibangun, tetapi mudah terkelupas.
“Iya, anggota Kasat Reskrim beserta anggota Polsek Cireunghas, sudah saya perintahkan ke lapangan untuk mengecek,” kata Ari kepada Radar Sukabumi pada Sabtu (30/12).
Selain itu, anggota Unit Tipikor Polres Sukabumi Kota juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak yang melaksanakan pekerjaan dari pada pengaspalan tersebut. “Setelah dicek, ternyata ada waktu selama enam bulan, untuk perawatan. Sehingga itu akan kita koordinasikan dengan pihak yang mengerjakan untuk dapat segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut,” bebernya.
Masih ditempat yang sama, Kanit Tipikor Polres Sukabumi Kota, Ipda Sukron Sholeh kepada Radar Sukabumi mengatakan, setelah menerima pengaduan dari masyarakat melalui medsos. Maka, Polres Sukabumi Kota langsung responsif, untuk melakukan pengecekan ke lokasi proyek jalan yang ditangani Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi melalui CV. Tiga Perkasa yang menghabiskan anggaran Rp194.417.000.
“Pada saat kita melakukan pengecekan, kita pun melakukan cek di pinggir-pinggir aspal itu, termasuk di titik dimana adanya dugaan pengaduan warga itu ada kerusakan. Memang terlihat sepintas, kita juga udah melakukan cek secara langsung itu terlihat ada beberapa titik yang mengalami kerusakan atau aspal yang baru dibangun itu, sudah mengelupas,” tandasnya.
Namun demikian, Unit Tipikor Polres Sukabumi Kota belum bisa memberikan informasi yang banyak. Artinya, ia mengaku hanya merespon dan melakukan pengecekan. Sebab itu, kedepannya akan melakukan pengumpulan dokumen terlebih dahulu, untuk memastikan kapan pekerjaan ini mulai dilaksanakan dan kapan terakhir pekerjaan ini selesia, serta kapan diserah terimakan kepada pihak dinas.
Saat pengecekan di lapangan, ia melihat dari papan pekerjaan itu, tertera mulai pekerjaan SPK dimulai 1 Desember 2023 dengan nilai waktu pengerjaan 60 hari kalender.
“Kalau dihitung per 1 Desemeber 2023, ada dua bulan kedepan. Artinya, selesai pekerjaan mungkn di akhir Januari atau di akhir Februari 2024. Nanti kami akan pastikan ke pihak dinas apakah ini sudah di PHO-kan sebelum masa tenggat waktu pengerjaan itu selesai atau memang masih dilaksanakan,” tandasnya.
“Namun walaupun nanti sudah diserah terimakan, biasanya pekerjaan ini ada tenggat waktu pemeliharaan, atas pekerjaan tersebut berjalan. Nah, itu biasanya ada yang 3 bulan ke depan, dan ada juga yang 6 bulan ke depan. Nah, hal itu yang akan kami juga nantinya,” bebernya.
Sementara itu, Pelaksana Lapangan dari CV. Tiga Perkasa, Hendro Asgar mengatakan, terkait viralnya video aspal jalan yang baru dibangun.
Namun, mudah terkelupas itu, ia mengklaim bahwa kejadian sebenarnya karena kontruksi tanahnya yang bermasalah dan bukan pekerjaan yang tidak maksimal. “Iya, karena kalau misal kita paksain juga itu khawatirnya malah menjadi beban baru. Karena kultur tanah di situ gembur,” bebernya.
“Sebenarnya itu misalkan dibilang benar, memang benar jalan aspal itu, mudah terkelupas cuman kan bukan pekerjaan kita yang tidak maksimal. Tapi seperti tadi saya bilang karena konstruksinya itu kurang memungkinkan. Memang di samping itu kan ketika kita peletakin kayak gitu, kita angkat memang mudah diangkat. Karena itu bekas lindasan alat berat, jadi yang dipeletekin itu dari tanahnya lagian juga itu kan gak besar. Dan saya ukur sekitar satu jengkal pinggirnya saja,” jelasnya.






