PALABUHANRATU – Puluhan peserta merupakan personel Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) dari beberapa daerah di Indonesia unjuk kebolehan di pantai Citepus Ruang Terbuka Hijau, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Minggu, (12/11).
Para personel Balawista selain dari Kabupaten Sukabumi, juga dari Kabupaten Gianyar Bali, Bintan Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Kebumen Jateng, Kabupaten Pangandaran, Sawarna Lebak Banten, dan Batukaras, berkumpul untuk mengikuti event tahunan Palabuhanratu Lifeguard Tournament 2023.
Ketua Panitia yang juga merupakan Bendahara pada Balawista kabupaten Sukabumi Erik Setiawan diadakan event Palabuhanratu Lifeguard Tournament 2023 tersebut sebagai ajang kompetisi dalam rangka meningkatkan kapasitas personel Balawista terlebih saat ini akan menghadapi libur natal dan tahun baru 2024.
“Saat ini kita akan menghadapi Natal tahun baru, otomatis kita juga harus mengupgrade teman-teman yang ada di lapangan, agar kedepan lebih siapz handal dan juga bisa melaksanakan pengawasan dengan maksimal, itu tujuannya diadakan kompetisi ini,” ujar Erik.
“Ada beberapa kategori perlombaan yang memang untuk melihat skill kemampuan teman-teman personel Balawisar, contoh run send run itu melatih kecepatan lifeguard saat pertolongan, saat melihat korban terus kecepatan berenangnya sampai berapa kekuatannya gitu,” imbuhnya.
Dijelaskan Erik, terdapat standar kecepatan berlari dan berenang saat melakukan pertolongan kepada wisatawan yang mengalami kecelakaan laut yang harus dimilik seorang personel Balawista yakni 400 meter harus di bawah 6 – 8 menit,
“Kalau di kolam renang biasanya kita di bawah 5 menit standar, harus 400 meter itu. Kita juga ada lomba untuk melatih reflektivitas ketika saat petugas melihat korban nah refleksnya seperti apa,” terangnya.
Lanjut Erik, puluhan peserta tersebut terbagi dalam 7 kontengen dengan 6 cabang perlombaan yang dimainkan dalam event Palabuhanratu Lifeguard tersebut yakni event ini, cabang olahraga Beach Sprint, Long Sprint, Run Swim Run, Board Rest, Board Resque Rest, Dis plage, dan Beach Plage, dengan tambahan peserta 4 orang merupakan perempuan.
“Hadi rencananya kami dapat informasi, dua orang dari pemenang dari event Palabuhanratu Lifeguard ini akan dibawa ke Australia untuk mengikuti perlombaan yang sama,” bebernya.
“Dari pelatih kita juga ada yang ikut lomba ini, untuk melihat sampai di mana batas kemampuan personal Balawisata kita sekarang. Saya bilang kita mau Natal, tahun baru, pasti ramai pengunjung, akan membludak tempat wisata, apalagi tol sudah beres kan nah ini bisa ajang persiapan kita,” imbuhnya.
Dengam digelarnya Palabuhanratu Event Lifeguard 2023 ini, Erik berharap kegiatannya diijadikan momentum oleh pemerintah daerah menjadikannga sebuah agenda tahunan guna menggaet ataupun memotivasi para wisatawan untuk berkunjung, pasalnya kegiatan tersebut dijadikan kelas untuk umum kedepan.
“Saat ini kita masih tidak Open, peserta semuanya personel Balawista, karena kalau kalau mengikuti lomba di air itu harus ada persyaratan tertentu, Kita tidak main main atau asal lomba saja,” paparnya.
“Kita harus mempertanggungjawabkan juga nanti perlombaannya, kalau misalkan ada apa-apa kita juga seperti apa tanggung jawabnya. Jadi memang kalau untuk turun ke air minimal mereka peserta lomba punya klasifikasi sertifikat brone,” tandasnya. (Ndi)






