SUKABUMI – Sebanyak tiga guru dari Kabupaten Sukabumi lolos seleksi untuk ikut workshop Science Technology Engineering and Mathematics (STEM) Education Leadership di Singapura, pada 1-22 Oktober 2023.
Workshop STEM Education Leadership merupakan kegiatan yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikburistek) bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan National Institute of Education, Nanyang Technological University Singapore.
Peserta workshop STEM Education Leadership diikuti 60 guru di Indonesia yang berasal dari Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kalimantan Tengah, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, peserta dari Jabar diwakili oleh guru dari Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Karawang.
Adapun ketiga guru tersebut yaitu Guru SMPN 2 Kadudampit Sukabumi Abdul Aziz Rahman, Guru SMPN 1 Cidahu Annisa Kindi dan Guru SMP Unggulan Ar-Rahman Dessy Lestari.
Kepada Radar Sukabumi, salah satu peserta STEM Education Leadership, Abdul Aziz Rahman mengaku senang sekaligus bangga bisa lolos seleksi untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Bisa mengikuti workshop STEM Education Leadership bisa menadi sebuah pengalaman yang luar biasa dan berharga,” kata pria yang akrab disapa Aziz yang sehari-harinya mengajar biologi di SMPN 2 Kadudampit itu, Kamis (9/11).
Menurutnya, kegiatan ini sangat menginspirasi untuk dapat melakukan inovasi pembelajaran menggunakan perangkat teknologi seperti microbit, hallocode dan stickem.
“Saya yakin melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, meningkatkan keterampilan abad-21 dan meningkatkan keterampilan peserta didik untuk bersaing secara global selain itu melalui perencanaan yang baik, implementasi yang menarik dan evaluasi yang ketat, pendidikan kita akan melesat menuju bonus demografi 2045,” imbuhnya.
Annisa Kindi, salah satu guru di SMPN 1 Cidahu juga mengatakan hal yang sama, menurutnya kegiatan ini sangat menginspirasi untuk melaksanakan pembelajaran STEM.
“Kunjungan ke sekolah memberikan gambaran secara detail bagaimana model STEM diimplementasikan di kelas,”imbuhnya.






