SUKABUMI – Robby R. Sonjaya, seorang warga asal Kota Sukabumi terpilih menjadi wasit nasional di Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2024 pada cabang olahraga Kick Boxing. Robby sendiri, sudah malang melintang menjadi wasit di olahraga tersebut.
Ia pun menjadi salah seorang perwakilan Provinsi Jawa Barat, setelah lolos seleksi pada multi gelaran multi event kejuaraan tingkat nasional itu. Bahkan, dukungan pun diberikan langsung ketua Kick Boxing Provinsi Jabar untuk dirinya.
Selain menjadi wasit nasional di PON, Robby R. Sonjaya juga telah berhasil menerima piagam penghargaan sebagai wasit atau juri dalam acara Indonesia Martial Arts Games 2023, yang diadakan di Kota Bogor dan Kota Bekasi pada 22 sampai 31 Oktober 2023.
Robby R. Sonjaya kepada Radar Sukabumi mengatakan, bahwa dia telah lama terlibat dalam cabang olahraga Kick Boxing dan menjadi wasit. Kemudian, dia ditunjuk oleh provinsi untuk mewakili Jabar dalam sertifikasi wasit.
“Ada tiga wasit termasuk dari Sukabumi, Karawang, dan Bekasi yang dijagokan untuk mewakili Jabar pada laga PON yang rencananya akan diselenggarakan pada September 2024 nanti,” kata Robby R. Sanjaya kepada Radar Sukabumi pada Minggu (29/10).
Ketika ditanya tentang tantangannya sebagai wasit, Robby R. Sonjaya mengaku, sempat miliki rasa takut terkait salah penilaian. Dia juga menghadapi beberapa kasus tidak puas dengan hasil pertandingan.
Beberapa orang bahkan meluapkan kekesalannya dengan melemparkan kursi atau menggebrak meja. Namun, hal-hal seperti itu dianggap biasa dalam dunia wasit.
Salah satu masalah yang dihadapi oleh wasit adalah minimnya jumlah wasit yang bersedia mengambil risiko dalam pertandingan.
Sebagai contoh, saat menjadi wasit di pertandingan bela diri, Robby R. Sonjaya pernah mengalami cedera saat tendangan menyentuh telinganya hingga robek.
“Momen seperti itu membuatnya tetap teringat hingga sekarang,” ujarnya.
Robby Sonjaya telah aktif terlibat dalam dunia bela diri sejak tahun 2015, terutama di Sukabumi. Dia sering terlibat dalam acara kecil dan dapat mengikuti hingga 20 acara dalam setahun, termasuk acara TV-One Pride. Namun, dukungan dari pemerintah dinilai sangat minim. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya.
“Alhamdulillah kami kan ikut bergabung juga dengan Rumah Inspirasi Alus Pisan yang dipimpin langsung oleh Pak Kapolres Sukabumi Kota dan Pak H. Dadang. Dukungan dan suport beliau sangat berarti bagi kami.
Memang, sebelumnya saya bergantung pada sumber daya pribadi untuk berpartisipasi dalam kompetisi,” tukasnya. “Memang, seleksi menjadi wasit cukup berat dan tidak semua orang berhasil lolos seleksi tersebut.
Selain itu, biaya untuk mendapatkan sertifikasi sebagai wasit juga cukup mahal. Tapi, Alhamdulillah sekarang ada suport dari Rumah Inspirasi Alus Pisan,” bebernya.






