KOTA SUKABUMI

DPUTR Kota Sukabumi Waspadai Kekeringan

×

DPUTR Kota Sukabumi Waspadai Kekeringan

Sebarkan artikel ini
DPUTR Kota Sukabumi Pantau Irigasi
Sejumlah petugas saat memeriksa saluran irigasi di salah satu wilayah di Kota Sukabumi.

SUKABUMI – Musim kemarau yang melanda hingga saat ini telah menyebabkan penurunan debit air di sejumlah sungai di wilayah Kota Sukabumi. Hal itu berdampak pada mengeringnya lahan pertanian di sebagian wilayah, lantaran sudah aliran air dari irigasi sudah tidak mengalir kepesawahan mereka.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Eris Indrawan mengatakan, secara umum kondisi 20 titik irigasi yang dikelola oleh DPUTR Kota Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Saat ini cukup bervariasi, karena terdapat beberapa irigasi yang telah mengalami kekeringan, namun terdapat pula daerah irigasi yang masih berfungsi kendati debit air mengalami penurunan.

Kita masih terus memantau, sebab ada beberapa titik irigasi yang sudah mengering dan disebagian lagi masih ada, namun kecil,” ujar Eris kepada awak media, belum lama ini.

Adapun untuk memastikan saluran irigasi tetap berfungsi normal, pihaknya melakukan pemeliharaan secara bergilir setiap pekannya pada 148 bendungam yang tersebar di wilayah Kota Sukabumi.

Kebetulan bidang SDA ada program pemeliharaan sungai, bendungan termasuk saluran irigasi. Setiap minggu dua kali antara hari Selasa dan Kamis ada pemeliharaan seperti pengerukan sedimen.

Ia menjelaskan dari jumlah tersebut, ada dua bendungan yang berlokasi di wilayah Cipelang dan Sukakarya mengalami rusak berat dan harus segera diperbaiki.

Terdiri dari 148 bendungan besar dan kecil, adapun untuk kerusakan ada yang rusak berat, sedang dan ringan. Khusus yang berat ada di daerah Cipelang dan Sukakarya. Adapun yang rusak sedang dibawah 10 bendung. imbuh dia.

Lanjut Eris, sistem irigasi yang akan mendapatkan pemeliharaan ini meliputi saluran primer, sekunder, dan tersier, serta berbagai prasarana pendukung seperti pintu air dan bendungan.

“Berbagai upaya pemeliharaan akan dilakukan, mulai dari pembersihan saluran hingga perbaikan pintu air,” ujarnya.

Menurutnya, pemeliharaan irigasi ini mulai dati pengerukan lumpur yang sudah mengalami pendangkalan pada irigasi dan lainnya. Terlebih, saat ini masih banyak sampah yang menghambat saluran irigasi.

“Ya, di sinilah perlunya kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan karena masih banyak ditemukan irigasi yang tersendat akibat sampah,” bebernya.

Pihaknya berharap, program ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi para petani di Kota Sukabumi dan berkontribusi dalam peningkatan produksi pertanian.

“Pemeliharaan dan perbaikan sistem irigasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas dan kuantitas hasil pertanian di Kota Sukabumi,” pungkasnya. (why)