SUKABUMI– Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi, mencatat sepanjang Januari hingga September terdapat sebanyak 46 kasus kebakaran. Meski tidak memakan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.
Kabid Penyelamatan dan Damkar Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi menjelaskan, jika melihat dari data yang ada angka kasus kebakaran paling tinggi terjadi pada Agustus dengan jumlah sebanyak 11 kali.
“Alhamdulillah dari 46 kejadian kebakaran tidak ada korban jiwa hanya kerugian materi saja,” kata Ujang kepada Radar Sukabumi, Kamis (7/9).
Lanjut Ujang, adapun rincian dari junlah total kasus yang ada diantaranya, 3 kejadian pada Januari, 3 Februari, 4 Maret, 5 April, 5 Mei, 6 Juni, 4 Juli, 11 Agustus dan 5 terjadi pada September. “Penyebab kebakaran ini masih didominasi korsleting arus listrik, tabung gas dan kelalaian manusia,”ujarnya.
Ujang menerangkan, sejak memasukin musim kemarau kebakaran lahan yang terjadi hanya empat kali terakhir pada Rabu (6/9) sekira pukul 19.40 WIB di Jalan Kabandungan RT4/8, Kelurahan Karamat, Kecamatan Cikole.
Akibatnya, satu unit bengkel las warga terbakar dan menimbulkan kerugian mencapai Rp25.000.000. “Ya, kebakaran lahan hanya empat kali terjadi. Adapun, jumlah total kerugian dari 46 kejadian mencapai Rp1,828,000,000,” terangnya.
Ujang mengulas, area kebakaran lahan seluas 25 meter persegi dan bengkel las seluas 8×4 meter persegi. Adapun, penyabab kebakaran ini diduga ada orang tidak bertanggung jawab membakar daun kering di area lahan kosong belakang bengkel las. “Akibatnya api merambat hingga melalap bengkel las. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.40 WIB,” cetusnya.
Tidak dipungkiri, sambung Ujang, hingga saat ini masih kerap terjadi kebakaran lahan akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab.
“Akibatnya, api merember ke pemukiman warga seperti yang terjadi di Kelurahan Karamat hingga satu unit bengkel milik warga terbakar,” cetusnya.






