SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat selama Agustus hingga September 2023 terdapat sebanyak 122.480 liter air bersih distribusikan di 33 lokasi yang terdampak kekeringan.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami menjelaskan, sejauh ini terdapat sebanyak 3.966 Kepala Keluarga (KK) dengan 13.975 jiwa yang kekurangan air bersih.
“Sejauh ini kami bersama PMI berusaha membantu warga yang mengalami krisis air bersih,” kata Zulkarnain kepada Radar Sukabumi, Selasa (6/9).
Lanjut Zulkarnain, sejauh ini terdapat benerapa wilayah yang mengalami kekurangan air bersih diantaranya, Kecamatan Gunungpuyuh, Warudoyong, Lembursitu, Cikole, Cibeureum dan Kecamatan Baros.
“Enam kecamatan ini memang saat ini sudah kekurangan air bersih sehingga kami bersama PMI mendistribusikan air bersih untuk membantu meringankan benan warga,” bebernya.
Zulkarnain menerangkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan bahwa fenomena El Nino akan menimbulkan kekeringan lebih ekstrem dan mengakibatkan musim kemarau lebih panjang dari biasanya. Sejumlah wilayah di Indonesia bahkan diprediksi bakal mengalami hari tanpa hujan yang panjang.
“Selain itu, BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk wilayah Jawa barat. Hal tersebut sudah dirasakan, khususnya untuk wilayah Kota Sukabumi saat ini,” imbuhnya.
Pihaknya meminta, dalam kondisi musim kemarau ini masyarakat dapat lebih hemat dalam menggunakan air bersih. “Apabila membutuhkan air bersih masyarakat bisa melaporkannya kepada pemerintah setempat yang nantinya bakal diteruskan kepada BPBD Kota Sukabumi,” pungkasnya. (bam)






