BERITA UTAMA

Kekeringan di Sukabumi Meluas, Ribuan KK Krisis Air Bersih

×

Kekeringan di Sukabumi Meluas, Ribuan KK Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
KEKERINGAN: Sejumlah warga Kampung Tanjakanlengka, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, saat bergiliran mengambil air bersih dari mata air resapan pohon.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)
KEKERINGAN: Sejumlah warga Kampung Tanjakanlengka, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, saat bergiliran mengambil air bersih dari mata air resapan pohon.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Wilayah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Sukabumi terus meluas, data sementara tercatat ada 11 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang sudah mengalami krisis air bersih.

Manager Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan, berdasarkan info grafis pendistribusian air bersih oleh BPBD Kabupaten Sukabumi yang bekerjasama dengan PMI Kabupaten Sukabumi pada Agustus 2023 ini, terdapat 11 kecamatan yang tengah mengalami krisis air bersih.

Bank bjb Tandamata

“Kekeringan itu telah mengakibatkan sebanyak 9.245 Kepala Keluarga (KK) mengalami krisis air bersih di wilayah Kabupaten Sukabumi,” kata Daeng kepada Radar Sukabumi pada Minggu (27/08).

11 kecamatan yang kini dilaporkan mengalami krisis air bersih itu, diketahui Kecamatan Gegerbitung, Cisaat, Cikembar, Gunungguruh, Cicurug, Purabaya, Cibadak, Cisolok, Cikakak, Kalapanunggal dan Kecamatan Cicantayan.

“Sampai Agustus 2023 sekarang, sudah sampai 191.000 liter air bersih disalurkan bagi warga yang mengalami krisis air bersih itu,” tandasnya.

Dari 11 kecamatan yang tengah mengalami kekurangan air bersih ini, sambung Daeng, telah tersebar di 24 desa yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Setelah mengetahui kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi langsung melakukan koordinasi dengan 47 kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi dan koordinasi dengan instansi terkait maupun dengan lembaga Kemanusian dan PDAM serta PMI Kabupaten Sukabumi.

“Kesulitan air bersih tersebut, dipastikan jumlah daerah di Kabupaten Sukabumi yang dilanda krisis air bersih bertambah, menyusul curah hujan belum turun,” tandasnya.

Seorang warga Kampung Tanjalanlengka, RT 04/RW 04, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Elih (48) kepada Radar Sukabumi mengatakan, untuk mendapatkan air bersih, warga setiap harinya harus rela mengambil air sejauh sejauh ratusan meter melewati kebun dan jalan terjal serta licin.

Ini dilakukan lantaran sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga untuk kebutuhan air minum serta mandi, cuci dan kakus (MCK), kini sudah mengering.

“Kami mengambil mata air yang bersumber dari serapan akar pohon yang lokasinya cukup terjal dan berliku,” kata Elih

Setiap waktu pagi dan sore hari, sambung Elih, warga di Kampung Tanjakanlengka selalu berbondong-bondong mengambil air bersih di kawasan resapan ait tersebut.

“Warga harus rela mengantri demi mendapatkan satu atau dua ember air bersih,” bebernya.

Ia menambahkan, setiap memasuki musim kemarau warga yang tinggal di Kampung Tanjakanlengka, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar dapat dipastikan akan mengalami kesulitan air bersih.

“Iya, memang kalau musim kemarau sumur warga suka kering. Makanya, mereka selalu ngantri datang ke mata air itu untuk mengambil air,” pungkasnya. (den/d)