SIMPENAN – Isak tangis keluarga dan masyarakat di desa Kertajaya Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, warnai kedatangan dua jenazah korban kecelakaan KM Dewi Noor I yang tenggelam di perairan pulau seribu beberapa waktu lalu.
Dua dari tiga korban merupakan warga desa Kertajaya tersebut bernama Nedin (66) dan Riana (26) dijemput pihak kepolisian polsek Simpenan, Polres Sukabumi didampingi pihak keluarga dari rumah sakit Polri Kramat Jati Jakarta.
Kapolres Sukabumi Akbp Maruly Pardede melalui Kapolsek Simpenan AKP Dadi mengatakan, awalnya mendapatkan informasi bahwa ada warga yang mengalami kecelakaan di perairan Jakarta, sehingga atas perintah kapolres Sukabumi personelnya beserta perwakilan pihak keluarga sekitar pukul 05.00 WIB melakukan penjemputan ataupun pengambilan jenazah di Jakarta.
“Kembali dari Jakarta sekitar jam 2.15 WIB dini hari tadi datang ke rumah duka dengan dikawal dari anggota kami dan anggota lalulintas yang mengawal ke rumah duka,” ujar Dadi. Kamis, (24/8).
“Alhamdulillah tadi pagi sudah makamkan, atas nama N dan R, namun untuk korban H sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi karena masih tahap pencarian tim sar gabungan,” imbuhnya.
Ditegaskan Dadi, bahwa hubungan tiga korban warga kecamatan Simpenan tersebut merupakan ayah dan anak, ketiganya saat itu berada dalam KM Dewi Noor I berangkat dalam rangka untuk kerja di proyek.
“Kami tidak tahu proyek pekerjaannya apa, hanya dari keluarga keterangannya seperti itu,” terangnya.
Dilokasi terpisah Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede membenarkan telah memerintahkan Kapolsek Simpenan untuk melakukan penjemputan jenazah korban setelah sebelumnya mengecek alamatnya.
“Betul sudah saya perintahkan Kapolsek Simpenan untuk menjemput jenazah para korban dan bantu proses pemulangan sampai pemakaman,” singkatnya.
Kakak ipar Nedin, Samad (52) mengutarakan awal keberangkatan saudaranya tersebut Nedin bersama anaknya, Jumat, (18/8) lalu berangkat sekitar pukul 18.00 WIB sebelumnya telah janjian untuk kerja bangunan ke Jakarta.
“Makanya pagi-pagi dia (Nedin- red) ke kebun mencari pisang, setelah sampai ke kebun, anaknya nyusul katanya mobil sudah siap menunggu berangkat sekarang. Akhirnya pulang karena mendengar mobil sudah siap, bahkan mau berangkat sama anaknya,” ucapnya.
“Rencana berangkat kerjanya itu kerja bangunan, tempatnya waktu itu dia belum tahu tempat yang dia mau kerjanya, dan waktu itu kemungkinan dia belum tahu mau naik kapal atau tidak,” tandasnya. (Ndi).






