SUKABUMI – Niat ingin bayar utang pasca berpisah dengan suaminya, Elih Haryati (27) warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi pun memilih bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke timur tengah dengan tujuan Arab Saudi.
Namun setelah lima bulan lalu mengais rezeki di negeri orang, tiba-tiba keluarga mendapat kabar kurang mengenakan dari Elih Hayati. Bukannya mendapat pekerjaan yang laik, ia justru mendapat perlakuan kurang baik dari majikannya.
Elas Masmawati (43) ibu kandung dari Elih Hayati mengungkapkan, anaknya berangkat bekerja ke luar negeri dengan tujuan Arab Saudi atas keinginan sendiri, dan baru bekerja sekitar lima bulan. Sebelum berangkat pun korban sempat meminta izin kepada keluarga.
“Awalnya bilang ke saya ingin kerja untuk bayar utang. Anak saya izin dulu ke si bapak. Kalau sama suaminya sudah cerai dan ninggalin anak 4 yang masih kecil,” aku Elsa.
Diterangkan Elas, keberangkatan anaknya untuk bekerja keluar negeri tidak ada yang memaksa dan atas keinginan sendiri dengan maksud ingin melunasi utang setelah berpisahan dengan suaminya.
“Awal kabar yang kami diterima katanya alhamdulillah sekarang sudah dapat majikan. Malah dia sudah ke kantor mau dikontrak, kata dia. Waktu itu di sana kurang lebih sudah ada tiga bulan,” jelasnya.
Namun, dalam beberapa hari keluarga kaget saat mendengar kabar Elih mendapat perlakuan tidak wajar dari majikannya. Bahkan dari informasi yang diterima keluarga, alat komunikasi atau HP Elih dirampah oleh majikannya.
“Saya kaget kenapa gak ada kabar lagi. Katanya handphonenya sudah dirampas. Terus ramai di facebook menggunakan HP temanya, katanya mau dipenjara di bawah tanah,” ucapnya sambil bernada lirih.
Elas pun berharap anaknya bisa pulang kembali dengan selamat ke Indonesia, agar bisa kembali bekerja di tempat lain untuk melunasi utang-utang di kampung. “Sekarang mah keinginan saya gak usah di sana, pulang saja. Saya ingin dia bebas saja. Jangan digituin (disekap). Ingin bisa kerja lagi, utangnya besar di sini,” bebernya.






