KOTA SUKABUMI

Buruh Gerudug BPJamsostek Sukabumi, Tuntut Soal JPS dan Beasiswa

×

Buruh Gerudug BPJamsostek Sukabumi, Tuntut Soal JPS dan Beasiswa

Sebarkan artikel ini
BPJamsostek Cabang Sukabumi
AKSI: Ratusan buruh SPSI saat melakukan aksi, ke BPJamsostek Cabang Sukabumi, minta kejelasan jaminan sosial buruh.

CIKOLE – Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sukabumi, menggerudug kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Untuk meminta jaminan perlindungan sosial terhadap kaum buruh.

Ketua SPSI Sukabumi, Mochamad Popon mengatakan, pihaknya hari ini bersama kawan-kawan buruh, mempertanyakan kejelasan kepada BPJamsostek, terkait hak buruh yaitu JPS. Salah satunya, ternyata peserta yang sudah bayar iuran dengan baik, namun jaminan pensiunannya tidak dibayarkan, lalu uangnya dikemanakan.

Bank bjb Tandamata

“Kemudian, kita mendapatkan laporan bahwa ada beasiswa yang tidak diberikan, sementara ketika peserta meninggal, selain dapat jaminan kematian atau jaminan hari tua, itu mendapatkan beasiswa. Nominalnya Rp174 juta, tetapi ada fakta tidak mendapatkan sepeserpun,” ujar Popon kepada wartawan, usai unjuk rasa di Kantor BPJS, Selasa (9/5).

Dia menjelaskan, tidak hanya itu, masih banyaknya calo yang berkeliaran di lingkungan BPJS, ini menjadi ironis melihatnya, karena yang namanya calo itu harus ditiadakan.

“Jadi munculnya calo, kalau dalam teori menandakan tidak berjalanannya sistem. kami minta BPJS untuk membereskan permasalah tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPJamsostek Cabang Sukabumi, Oki Widya Ganda menambahkan, pihaknya menerima dengan baik, atas kedatangan dari SPSI dalam agenda audiensi, yang telah menyampaikan aspirasinya, walaupun tidak semua benar.

“Namun tetap kita tampung, sebagai bentuk penghargaan karena semua buruh punya hak, untuk menyampaikan orasinya. Apa yang telah disampaikan tadi, kita akan menjadwalkan pertemuan bersama pak Popon dan tim, dalam agenda dialog,” tambahnya.

Ketika ditanya persoalan calo, kata dia, mengakui bahwa calo ini memang ada lewat Facebook dengan terang-terangan, dan calo dengan digital saat ini jangkauannya luas bukan hanya lokal.

“Kita pernah menelusuri jaringannya itu, ada yang di Jakarta karena bisa mengajukan lewat online, serta modusnya mengiming-imingi dengan mudahnya cair,” pungkasnya. (Cr4).