Pemerintah Kota Sukabumi

Bappeda Kota Sukabumi Klaim Laju Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

×

Bappeda Kota Sukabumi Klaim Laju Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Sebarkan artikel ini
Yanto Arisdiyanto
Kepala Bidang Perekonomian, dan Sumber Daya Alam, pada Bappeda Kota Sukabumi, Yanto Arisdiyanto.

CIBEUREUM– Pasca Pandemi Covid-19, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Kota Sukabumi diklaim mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahunnya. Berdasarkan data yang diperoleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kenaikan tersebut terjadi pada tahun 2021 sebesar 3,73 persen dan tahun 2022 menjadi 5,35 persen.

“Alhamdulilah LPE kita tumbuh positif, dan diatas target Nasional. Nah kalau target nasional itu 3,71 persen, namun kita juga masih dibawah Provinsi Jawabarat, karena Jabar diangka 3,76 persen. Apalagi, untuk di tahun 2022 semakin bertumbuh positif, mencapai diangka 5,35 persen,” ujar Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, pada Bappeda Kota Sukabumi, Yanto Arisdiyanto kepada Radar Sukabumi, Senin(8/5).

Bank bjb Tandamata

Meneurut dia, kenaikan tersebut lantaran pemerintah gencar melakukan upaya pemulihan ekonomi, sebab pada tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 dengan terbitnya aturan PPKM. Tentunya, hal itu mempengaruhi petumbuhan ekonomi menjadi anjlok atau minus diangka -1,48 persen.

BACA JUGA:Bappeda Kota Sukabumi Dorong FPD Ciptakan Inovasi Terbaik

“Kemudian, hal ini bukti bahwa Pemerintah mampu mengatasi, dan memulihkan perekenomian menjadi baik. Tentunya berkat keterilbatan semua pihak, dengan semangat kolaborasi,” ungkapnya.

Yanto menjelaskan, adapun beberapa pasar di Kota Sukabumi yang menjadi pusat perdagangan masih belum beroprasi maksimal.

“Seperti di pasar Lembursitu, pasar degung dan pasar pelita, yang saat ini masih ada permasalahan. Karena waktu itu, pengelolannya sama swasta, tenrunya kita pemerintah harus mengambil kembali,” jelasnya.

BACA JUGA:Bappeda Kota Sukabumi Terima Kunjungan Monev BJB

Lanjut Yanto, untuk ditahun 2023, pihaknya optimis bahwa pertumbuhan ekonomi jauh akan lebih meningkat, mencapai diangka 5,18 persen.

“Dan itu hasil proyeksi dari tim Kerangka Ekonomi Makro Daerah (Kemde) se Jabar. Tidak hanya itu, kami pun akan fokus melakukan penataan pusat perekonomian, dan mengedukasi agar baralih kepada digital, karena tidak bisa dipungkiri perkembangan teknologo begita pesat,” pungkasnya. (Cr4/t)