Pemerintah Kota Sukabumi

Wali Kota Sukabumi Motivasi Lulusan SMA Dituntut Kuasai Teknologi Digital

×

Wali Kota Sukabumi Motivasi Lulusan SMA Dituntut Kuasai Teknologi Digital

Sebarkan artikel ini
Wali kota Sukabumi, Achmad Fahmi
Wali kota Sukabumi, Achmad Fahmi menghadiri perpisahan siswa kelas XI atau Pawekas Widya Madya SMA Negeri 2 Kota Sukabumi

GUNUNGPUYUH – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menghadiri perpisahan siswa kelas XI atau Pawekas Widya Madya SMA Negeri 2 Kota Sukabumi di Grand Sulanjana, Kamis (4/5).

Dalam acara itu orang nomor satu di Kota Sukabumi ini memberikan motivasi agar para lulusan SMA mempersiapkan diri dalam menghadapi Indonesia Emas 2045, salah satunya beradaptasi dengan teknologi digital.

Bank bjb Tandamata

Istimewanya, di sela-sela kegiatan, Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Sukabumi Rachmat Mulyana, para guru serta para siswa memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Walilota Sukabumi.

BACA JUGA: Wali Kota Sukabumi Ambil Sumpah 95 PNS, Tekankan Tiga Hal

“Momen ini melepas para siswa SMA yang akan menempuh perjalanan berikutnya lebih berat. Namun, bersyukur jadi siswa di SMAN 2 Sukabumi, karena salah satu sekolah yang paling banyak lolos jalur undangan di perguruan tinggi,” ujar Fahmi.

Masa sekolah kata dia, jadi masa yang membahagiakan khususnya di SMA sehingga masa luar biasa. Momen ini jadi masa transisi dari perceparan luar biasa hasil disrupsi, masa SMA identitik keunikan, kedekatan, aktualisasikan diri.
Saat dilepas sekolah dan pemerintah kata Fahmi, para lulusan akan melalui proses perjalanan selanjutnya.

Terutama menghadapi Milestone Indonesia emas 2045, tugas para guru mempersiapkan diri para siawa menyambutnya.

“Di 2045 bukan panggung orangtua melainkan adalah milik generasi sekarang. Targetnya, Indonesia 10 besar negara di dunia pada 10 tahun mendatang dan 2045 menargetkan peringkat 4 negara besar dunia. Ini tidak bisa diraih tanpa persiapan dari generasi muda saat ini,” tambah Fahmi.

Terutama menghadapi dari tantangan disrupsi pandemi, milenial dan digital disruption. “Pelajar saya titip antara dunia nyata dan maya sudah tidak ada yang memisahkan, misalnya pembelajaran dari manual menjadi digital karena percepatan teknologi,” ungkap Fahmi.

Fahmi pun menitipkan pesan, upaya pendidikan masa kini yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi karena ada tantangan.

Pertama, pendidikan miliki nilai-nilai universal, di manapun akan menghadapinya. Kedua pendidikan berbasis teknologi digital sehingga beradaptasi dengannya. Ke empat solidarity partnership dan pekerjaan pasca pandemi berbeda sebelum dan sesudah pandemi.

“Saya ucapkan selamat menempuh pendidikan berikutnya karena bukan akhir jenjang pendidikan dan baru awal menempuh ilmu lagi, “pungkas dia. (cr4/t)