SUKABUMI– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, melakukan verifikasi data warga dan aparat yang tinggal di daerah rawan bencana.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami mengatakan, saat ini BPBD terus berupaya meningkatkan pelayanan kelola bencana dengan wilayah termasuk juga didalamnya pemanfaatan sumber daya manusia dalam penguatan data dan informasi penanggulangan bencana.
“Saat ini kami berupaya kembali melakukan verifikasi data untuk mengetahui warga dan aparat yang tinggal di wilayah rawan bencana,” kata Zulkarnain kepada Radar Sukabumi, Selasa (4/4).
Lanjut Zulkarnain, verifikasi data tersebut untuk memastikan jumlah warga yang wajib dilakukan pelatihan sehingga pencegahan kesiapsiagaan dan kebijkan penaggulangan dapat dilakukan secara tepat fungsi dalam optimalisasi standar pelayanan minimal.
“Tentunya dengan adanya verifikasi ini kami dapat mengetahui siapa saja yang tinggal di daerah rawan bencana,” paparnya.
Zulkarnain menerangkan, kehadiran pemerintah daerah, dalam hal ini BPBD Kota Sukabumi, di masyarakat sudah menjadi keharusan dalam memberikan pelayanan kemanusiaan.
“Saat ini BPBD sudah menetapkan 17 kelurahan Tangguh Bencana dan di tahun 2022 juga telah melakukan pemasangan plang rambu peringatan dini bencana di sekitar 251 titik sebaran,” bebernya.
Data sektoral kebencanaan yang ditunjukkan apilikasi Si Edan, smabung Zulkarnain, di Kota Sukabumi pada 2022 tercatat 225 jenis kejadian yang mulai dari banjir, longsor, kebakaran, cuaca ekstrem, puting beliung hingga gempa bumi.
Akibatnya ditaksir nilai kerugian mencapai Rp 12.696.996.850. Luas area 7,924 hektare, dan 997 KK terdampak, diantaranya 48 mengungsi, dua korban meninggal, delapan luka ringan, 933 unit bangunan rusak, 57 unit rusak berat, 223 unit rusak sedang dan 653 unit rusak ringan.
“Kami harap, dengan adanya verifikasi data ini bisa terbangunnya kesiapsiagaan dini dari kalangan aparat dan masyarakat,” pungkasnya. (bam)






