SUKABUMI — Macet parah, adalah banyangan semua orang ketika Tol Cigombong-Cibadak Sukabumi atau Tol Seksi II Tol Bocimi dibuka gratis pada Akhir Desember tahun ini. Bayangkan saja, ketika saat ini tol tersebut belum dibuka saja, kemacetan panjang terjadi. Meski, imbas dari rusaknya jembatan Pamuruyan Cibadak yang longsor akibat kesalahan Kontraktor. Namun, perlu menjadi perhatian kedepan jika Tol benar-benar dibuka Desember mendatang.
Saat ini jembatan pamuruyan memang sedang diperbaiki secara cepat. Bahkan sebelumnya ada kabar dari kepolisian ada wacana ditutup sementara kemudian dibatalkan. Terbaru, ada kabar dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit yang akan membuka tol bocimi Seksi II Cigombong-Cibadak pada akhir Desember secara gratis.
Adanya wacana tersebut jelas menjadi kabar baik bagi pertumbuhan di Sukabumi, namun sayangnya ketika jalur pada gerbang tol Cibadak yang lokasinya di Jalan Parunkuda ini tidak memiliki jalan Alternatif lain saat pengendara mau ke Kota Sukabumi. Buktinya, saat jembatan pamuruyan Cibadak Longsor, para pengendara tidak bisa menggunakan jalan lain selain bersabar.
Wacana ruas jalan Tol Cigombong-Cibadak dengan total 11,9 KM ini dibuka resmi diumumkan BPJT. Bahkan, untuk menarik pengendara menggunakan Tol Tersebut BPJT mengratiskan pengendara yang melewati jalan tol baru tersebut.
“Pengendara bisa melewati ruas jalan Tol Bocimi Seksi 2 Cigombong-Cibadak secara gratis. Fungsional memang tidak berbayar, meskipun di beberapa ruas jalan tol baru harus tetap melakukan tapping e-money,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit dalam rilisnya ke media.
Menanggapi hal tersebut salah seorang warga Agung (45) menilai apa yang dilakukan BPJT adalah hal yang baik, namun disisi lain pemerintah di Kabupaten Sukabumi cenderung belum siap, buktinya dengan tidak ada jalan baru untuk digunakan pengendara ketika kemacetan panjang terjadi di pintu keluar.
“Ya kami sambut baik adanya Tol Cigombong-Cibadak Beroperasi, tapi apakah sudah siap untuk arus lintasnya di pintu tol ketika terjadi penumpukan kendaraan, seharusnya pemerintah mempercepat proses pembuatan jalan baru seperti yang sudah direncanakan yakni jalan Pamuruyan-Kebonrandu tersebut, “jelasnya.
Menurutnya, jangan sampai ketika Tol benar-benar sudah beroperasi lalu lintas di pintu keluar tersendat akibat penumpukan kendaraan. Memang bagi sebagian wisatawan yang akan berwisata ke Pantai Palabuhanratu dan geopark Ciletuh bisa menggunakan jalan Cikidang. Tetapi tidak semua kendaraan bisa melewati jalan tersebut, pasalnya di beberapa titik sangat rawan kecelakaan lalu lintas.





