POLITIK

Menko Luhut: Untung Saya Tidak Ingin Jadi Presiden, Jadi Boleh Ngomong Bebas

×

Menko Luhut: Untung Saya Tidak Ingin Jadi Presiden, Jadi Boleh Ngomong Bebas

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LPB) mengaku tidak ingin menjadi presiden atau wakil presiden meski dirinya disebut populer. (Hendra Eka/Jawa Pos)

JAKARTA -– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LPB) mengaku tidak ingin menjadi presiden atau wakil presiden meski dirinya disebut populer.

Hal itu disampaikan Luhut dalam peluncuran buku bertajuk “LUHUT: Biografi Luhut Binsar Pandjaitan” di Jakarta, Jumat, yang digagas adik kandungnya, Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir.

Bank bjb Tandamata

“Jadi saya terima kasih kepada mereka yang telah membantu saya dalam banyak hal sehingga katanya saya populer. Tapi untung saya tidak ingin jadi presiden atau calon wakil presiden, jadi saya boleh ngomong bebas,” kata Luhut.

Luhut menjelaskan, buku tersebut bisa menggambarkan sebagian besar perjalanan hidupnya dari masa kecil hingga saat ini di usianya 75 tahun. “Saya ingin sampaikan lagi, hidup ini penuh dengan misteri, dan kita harus percaya pada Tuhan dan Tuhan sudah ngatur hidup kita ini,” kata Luhut.

Kiprah Luhut sebagai militer dari satuan khusus, pengusaha, pejabat publik, duta besar, menteri hingga menteri koordinator mengantarkan dirinya didaulat sebagai ujung tombak dalam perang melawan pandemi COVID-19 di Jawa dan Bali.

Sepanjang karirnya di Pemerintahan Jokowi, Luhut banyak mengetuai tim-tim khusus untuk berbagai program, dari kendaraan listrik, belanja produk dalam negeri, hingga penyelamatan danau kritis.

Buku yang ditulis Noorca M. Massardi dan diterbitkan Penerbit Buku Kompas (PBK) pada September 2022 menampilkan kesaksian orang-orang terdekatnya, termasuk keluarga dan inner circle-nya.

Buku tersebut memuat hal-hal yang selama ini luput dari sorotan publik, seperti perhatiannya yang berimbas pada kebijakan pemberdayaan perempuan dan sumbangsihnya bagi dunia pendidikan serta generasi muda umumnya.