JAKARTA — Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin tak habis pikir ada pihak yang mencatut namanya di tengah bulan suci ramadhan. Namun, ia tetap berbaik sangka, bahwa pelaku pencatutan namanya itu merupakan hadiah untuk menguji kesabarannya di tengah ramadhan.
“Jadi bagaimana ya kalau ada orang mencatut nama saya kemudian lembaga ke Presidenan seperti itu , minta-minta uang gitu. Ya inilah hadiah bulan suci ramadan deh,” kata Ngabalin di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6//4/2022).
Kendati hal itu merupakan ujian, kata dia, ia tetap akan menempuh jalur hukum guna untuk mengungkap apa motif di balik pelaku mencatut namanya dengan meminta uang 800 juta ke Wali Kota Cirebon. “Tapi saya percayakan ke polisi semua (menangkap pelaku),” ujarnya.
Pria kelahiran Fakfak itu tetap meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena kasus pencatutan namanya itu memang seksi untuk digoreng. “Saya juga mneyampaikan minta maaf. Ini juga paling seksi untuk dicatut,” ujarnya.






