SUKABUMI — Pernahkah berfikir bahwa hadirnya islam untuk mempersatukan suku, gama ras dan golongan, dengan berbagai perbedaan ternyata bukan masalah untuk tidak bersatu. Namun, saat ini umat Islam cenderung terkotak-kotak tersekat oleh perbedaan golongan. Padahal hal itu akan melemahkan islamnya itu sendiri. Hal tersebut dikatakan Pendiri sekaligus penanggungjawab Baldatun Center Ade Dasep Zaenal Abidin usai melakukan Jumling di Mesjid Jami SunanulHuda Desa Cikembang Kecamatan Caringin pada Jumat (25/02/2022).
Saat ini, masyarakat islam terkotak-kotak oleh Golongan dan Faham. Untuk itu, Baldatun berharap pemikiran hal semacam itu bisa dirubah. Karena pada dasarnya, sesama umat islam itu bersaudara. Makanya, Kegiatan rutinitas Baldatun dengan mendatangi 58 Desa 1 Kelurahan di Dapil III Kabupaten Sukabumi tanpa melihat wilayah dan basis siapa.
“Saya setelah menjadi anggota dewan ini turun ke masjid-masjid yang ada di 58 Desa 1 Kelurahan. Itu saya tidak melihat ini milih siapa daerah itu basis partai mana, karena ketika berbicara sudah menjadi anggota DPRD, maka saya berkewajiban melanyani dan mendengarkan aspirasi mereka khususnya masyarakat yang ada di Dapil III, “jelasnya.
Pesan tersebut sebetulnya sudah dibawa Rasulullah SAW yang telah memberikan contoh terbaik dalam menyatukan keberagaman. Untuk itu Baldatun center hadir, dengan datang ke Masjid-masjid dengan Program rutin Jumling bermaksud untuk mengajak masyarakat merajut persatuan dalam membangun Kabupaten Sukabumi.
“Sampai saat ini saya Waqaf Al-Qur’an sudah yang ke-3594, itu tersebar di Semua masjid, bahkan yang kemarin merupakan masjid yang ke 70 yang saya datangi. Saya tidak membeda-bedakan golongan tertentu, tetapi ini lebih kepada bakti dan kerja nyata saya dalam membangun daerah khususnya Kabupaten Sukabumi, “jelasnya.
Pasalnya bagi orang yang juga sebagai Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra ini berfikir bahwa, Islam mengharuskan pemeluknya untuk menyerukan Islam, mengemban dakwah, serta menyebarkan hidayah. Selain itu juga menjelaskan hukum-hukum Islam secara utuh kepada muslim non muslim dengan tanpa paksaan.
“Islam tidak akan pernah memaksa seseorang untuk masuk memeluk agama Islam. Namun ketika sudah menyatakan diri menjadi pemeluk Islam, maka dia harus kaffah dalam menjalankan ajaran-ajaran Islam. Semua kebiasaan agama terdahulunya harus ditinggalkan dan hanya mengikuti kebiasaan Islam, kan begitu, “cetusnya.
Saat disinggung soal menyantuni anak yatim dan bercita-cita memperbanyak hafidz Alquran dirinya mengatakan, bahwa sebagai umat muslim tentunya berkenyakinan dan dianjurkan untuk menyantuni anak-anak yatim, lebih jauh lagi diberikan masa depan yang sesuai syariat islam yakni dengan memberikan pendidikan islam yang baik.






