CIBADAK – Ajum (50), penyandang tuna rungu dan tuna wicara asal Kampung Segog, Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan terkapar di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak setelah terserempet Kareta Api (KA), pada Sabtu (17/2) lalu.
Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, korban yang berprofesi sebagai kuli pikul di sekitar lokasi kejadian, saat kejadian tengah menyebrang perlintasan KA dengan maksud ke warung nasi. Karena keterbatasan indera yang dideritanya, Ajum pun terserempet kereta hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya.
Mamak, Ketua RT 5/7, Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan mengatakan, saat kejadian suara klakson kereta berbunyi kencang sebagai tanda kereta akan lewat. Namun, Ajum yang mempunyai keterbatasan itu tidak mendengarnya sehingga akhirnya terseret. Beruntung, kecepatan kereta langsung melambat sehingga nyawa korban bisa diselamatkan.
“Peringatan klakson kereta amat kencang terdengar, tapi korban terus saja acuh karena tidak mendengarnya sehingga badannya terserempet,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di punggung, memar di kaki sebalah kanan dan luka di bagian leher sebelah kanan. Warga sekitar langsung melarikannya ke BLUD RS Sekarwangi Cibadak.
“Korban kami bawa langsung ke rumah sakit, kejadiannya sekitar pukul 11:30 WIB,” ujarnya.
Dokter jaga IGD BLUD RS Sekarwangi Cibadak, Raden Givan mengungkapkan, pasien hanya mengalami ringan. Namun memang korban cukup syok atas peritiwa itu.
“Kami lakukan pembersihan luka terlebih dahulu, selanjutnya diobsvervasi. Luka yang dialaminya kategori ringan,” pungkasnya.
(Cr15/d)





