KABUPATEN SUKABUMI

Pergerakan Tanah Didua Kecamatan

×

Pergerakan Tanah Didua Kecamatan

Sebarkan artikel ini

NYALINDUNG – Sudah dua hari ini, hujan terus mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi. Akibatnya, ruas jalan menuju Kecamatan Nyalindung retak dan mengancam pengendara jalan. Bahkan di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, sedikitnya 40 rumah terancam tergerus longsor.

Didua kecamatan ini, insiden pergerakan tanah hampir bersamaan, yakni sekira pukul 12.00 WIB ini, minggu28/1). Warga pun terus dihimbau supaya berhati-hati dan waspada bila hujan kembali mengguyur.

bank BJB

Seorang relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Nyalindung, A. Ahmad (31) mengatakan, saat ini badan jalan yang berada di atas tebing setinggi 10 meter ini kondisi tanahnya labil dan masih terus bergerak. Untuk itu, Muspika Kecamatan Nyalindung langsung terjun ke lapangan untuk mengamankan lokasi kejadian. Seperti mengatur lalu lintas kendaraan.

“Muspika saat ini, tengah berada di lokasi pergerakan tanah. Karena dikhawatirkan kendaraan roda dua maupun roda empat saat melintas jalan masuk jurang,” jelas A. Ahmad kepada Radar Sukabumi.

Menurutnya, wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi peristiwa pergerakan tanah. Terlebih lagi kontruksi tanah di daerah tersebut, sangat labil. “Pada 2015 lalu, peristiwa pergerakan tanah ini sempat terjadi. Bahkan, saat itu telah mengancam dua rumah milik warga Kampung Selagombong. Karena, lokasi rumahnya berada dibawah tebing. Karena, hujannya deras. Maka bencana ini, terjadi hingga mengancam badan jalan,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *