SUKABUMI – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat berdampak terhadap semua sektor khususnya perekonomian masyarakat.
Hal ini, seperti yang terjadi pada tukang becak di Jalan Ciwangi, Kecamatan Cikole. Setiap harinya penghasilan paling besar hanya Rp30.000 saja, padahal saat hari normal bisa berpenghasilan hingga Rp100.000 perhari.
Dari pantauan Radar Sukabumi, sejumlah tukang becak ini sejak pagi mangkal di pertigaan Jalan Ciwangi, hingga siang hari tidak terlihat ada tumpangan sehingga para penarik becak ini hanya bisa duduk dan merenungkan nasibnya.
“Awalnya saja mangkal di Jalan Harun Kabir, karena saat ini ditutup sehingga petugas memindahkannya untuk mangkal di Jalan Ciwangi ini.
Tapi karena adanya PPKM darurat ini sampai sore hari kami paling banyak hanya mendapatkan satu sampai dua penumpang,” keluh salah seorang tukang becak asal warga Nanggeleng, Jalan Assalam, Kelurahan Nanggeleng, Kacamatan Citamiang, Dudur Suryana (73) kepada Radar Sukabumi, Kamis (8/7).
Bahkan, lanjut Dudur, beberapa tukang becak lainnya sudah dua hari tidak mendapatkan penumpang. Hal ini, terjadi karena adanya penyekatan.






