SUKABUMI – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar wisuda pada, Kamis (25/3/2021). Wisuda yang diselenggarakan secara tatap muka ini tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai standar.
Rektor UMMI, Sakti Alamsyah mengatakan, wisuda merupakan kegiatan untuk menandai selesainya seluruh rangkaian studi di UMMI bagi lulusan. Wisuda kali ini adalah wisuda gelombang ke-2 di tahun akademik 2020-2021, sekaligus merupakan wisuda kedua yang diselenggarakan UMMI dalam masa pandemi Covid-19, sehingga harus tetap mentaati protokol kesehatan secara ketat untuk menjaga keamanan dan kesehatan. Adapun jumlah keseluruhan peserta wisuda sebanyak 150 orang yang tersebar di tujuh fakultas, dengan rincian lima wisudawan Program Studi (Prodi) Magister, 141 wisudawan Sarjana dan 4 wisudawan Diploma.
Adapun sidang senat terbuka wisuda gelombang II tahun akademik 2020/2021 bertempat di Gedung Ryzzy Azzahra Sukabumi.
“Adapun untuk rincian sarjananya yaitu Fakultas Sains dan Teknologi 45 wisudawan, Fakultas Pertanian 2 wisudawan, Fakultas Ilmu Administrasidan Humaniora 21 wisudawan, Fakultas Ekonomi 15 wisudawan dan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan 74 wisudawan,” terang Rektor UMMI, Sakti Alamsyah dalam keterangan resminya, Kamis(25/3).
Dalam sambutannya, Sakti berpesan bahwa wisuda ini menandai langkah awal para wisudawan menuju kehidupan masa depan. Ia meyakini bekal ilmu yang didapat di UMMI bisa dimanfaatkan di jenjang selanjutnya. Selain itu, UMMI juga meminta para wisudawan untuk tidak mengadakan kegiatan-kegiatan yang berpotensi berkerumun dan berisiko terhadap terjadinya pelanggaran protokol pencegahan Covid-19.
“Acara wisuda adalah acara yang sangat istimewa tidak hanya bagi wisudawan saja, tetapi juga bagi orang tua dan keluarga wisudawan. Untuk itu kami selalu berusaha maksimal memberikan hasil terbaik, dan juga tetap menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19,” tegasnya.
Sakti berharap para mahasiswa yg suah lulus bisa segera beradaptasi dengan kondisi kebutuhan masyarakat saat ini yang benar-benar mengharapkan adanya solusi atas permasalahan dampak akibat pandemic Covid-19 dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya ke depan tatkala kondisi kembali berubah dan memerlukan adaptasi yang cermat dan hati-hati.
Selain itu, para lulusan Ummi diharapkan akan mempu menjawab tantangan dan kebutuhan riil masyarakat sesuai dengan keahlian dan sesuai bidang keilmuannya, agar apa yang telah diperoleh selama studi baik berupa pengetahuan, keterampilan, pengalaman yang dimiliki benar-benar dapat bermanfaat untuk kemaslahatan diri sendiri dan ummat.
“Kualitas lulusan Ummi dapat dilihat dari kiprahnya di bidang kerja dan kemasyarakatan, pengembangan keilmuan yang dimiliki dengan melaksanakan studi lanjut atau menempuh jalan kewirausahaan yang mandiri. Perkembangan ipteks akan terus melaju dengan cepat, perubahan kondisi masa akan membutuhkan inovasi dan kreativitas dalam mengantisipasi setiap perubahan dalam kehidupan, terlebih bila perubahan tersebut berjalan serba tidak pasti,” imbuhnya.
Prosesi wisuda disebut menerapkan protokol kesehatan ketat pencegahan virus corona (covid-19). Wisudawan hadir wajib memakai masker. Sebelum memasuki lapangan prosesi, calon wisudawan wajib mencuci tangan dan cek suhu badan.
Selain itu, dalam kegiatan prosesi hikmat ini orang tua atau keluarga tidak diperkenankan masukrea wisuda. Bahkan, keluarga yang mengantar langsung meninggalkan area wisuda setelah calon wisudawan sampai lokasi dan mereka bisa menjemput wisudawan setelah prosesi wisuda selesai.
Meskipun keluarga atau orang tua wisudawan tidak bisa masuk ruang wisuda, mereka bisa menyaksikan prosesi wisuda secara daring melalui chanel youtube Universitas Muhammadiyah Sukabumi.
“Memang ada kendala, mahasiswa inginnya datang wisuda bersama orang tua, tetapi kalau dengan orang tua jumlahnya terlalu besar, kemudian sulit untuk menjaga tidak terjadi kerumunan maka disepakati ulang datang hanya wisudawan saja,” ujarnya.
Masih kata Sakti, tahun ini UMMI akan memasuki usia ke-18 tahun, kini memiliki 24 program studi terdiri dari jenjang D3-S1-S2. Program studi yang terakreditasi A sebanyak dua buah yaitu Administrasi Bisnis dan Agribisnis, sisanya sedang berupaya memperoleh akreditasi baik sekali dan unggul.
UMMI telah memiliki 18 doktor dari berbagai bidang ilmu dan sebanyak 30 orang dosen Ummi yang sedang mengikuti studi lanjut program Doktor di dalam maupun luar negeri. Ummi tetap berkomitmen meningkatkan fasilitas infrastruktur dan fisik dengan menyelesaikan pembangunan Gedung B untuk perkuliahan dan laboratorium serta merencanakan pembangunan rumah sakit dan unit usaha lainnya.
“Kita juga memantapkan penguasan hardskill dan softskill agar menjadi bekal bagi mahasiswa yang kini resmi menjadi alumni. Saya berpesan kepada para alumni untuk menjaga nama baik almamater, baik dan buruknya citra Ummi akan terlihat dari kiprah para alumni di masyarakat mulai saat ini. Oleh karena itu jagalah kesatuan antara pikiran, perkataan dan perbuatan sesuai dengan kepribadian islami yang diharapkan ada dalam diri setiap alumni. Jadilah pribadi yang memiliki karakter yang kuat, cerdas, tangguh, mandiri, kreatif, dan inovatif. Setiap kiprah alumni bertujuan memberikan manfaat kepada orang lain, memberikan solusi atas setiap permasalahan, serta senantiasa bersyukur atas pencapaian hidup,” pungkasnya. (wdy)






