BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Fenomena La Nina Makin Kuat, Simak Penjelasan BMKG

×

Fenomena La Nina Makin Kuat, Simak Penjelasan BMKG

Sebarkan artikel ini
Cuaca Sukabumi (ilustrasi)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Sedari pagi wilayah Sukabumi dan sekitarnya nyaris tak terlihat terik matahari hingga sore tadi, Senin (21/12/2020). Hal ini terjadi pula di daerah tetangga seperti Bogor dan Cianjur. Lantas, apakah fenomena La Nina di penghujung 2020 ini kian kuat?

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Citeko, Asep Formal Ilahi mengatakan, musim hujan sudah tiba, ditambah fenomena La Nina sedang menguat.

Bank bjb Tandamata

Sehingga berdampak pada hujan berkepanjangan. “Musim hujan sudah tiba. Ditambah fenomena La Nina sedang menguat. Dampaknya hujan berkepanjangan,” katanya dikutip dari Radar Bogor (Radarsukabumi.com grup), Senin (21/12).

Dia menjelaskan, yang terjadi saat ini suhu muka laut di sekitar wilayah perairan Indonesia sedang menghangat, atau disebut negatif.

Dengan kondisi begitu, menurutnya, suplai uap air mencukupi, ditambah aliran masa udara dari Asia yang melewati ekuator juga membawa uap, sehingga peluang hujan sangat tinggi.

“Ya betul. Negatif artinya suhu muka laut di sekitar wilyah perairan Indonesia menghangat, sebaliknya positif suhu muka laut mendingin,” ujarnya.

Dia memaparkan, indikator fenomena la Nina yakni anomali suhu muka laut di kawasan Nino 3.4 (samudera Pasifik). Jika anomalinya negatif (< -1 °C) cenderung La Nina. Netral jika antara -1 sampai +1°C, dan El Nino jika >+1°C. “Alhamdulillah hari ini belum lihat matahari,” singkatnya.(reg/izo)