BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Aa Gatot Brajamusti ‘Istirahat’ di TPU Cikiray Kaler Sukabumi

×

Aa Gatot Brajamusti ‘Istirahat’ di TPU Cikiray Kaler Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Keluarga dan kerabat almarhum Gatot Brajamusti saat berada di pemakaman TPU Cikiray Kaler, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. FOTO: LUPI PAJAR HERMAWAN / RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Jenazah Gatot Brajamusti alias Aa Gatot dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikiray Kaler, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Keluarga, kerabat serta warga setempat ikut menghantarkan jenazah Aa Gatot ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, jenazah Aa Gatot tiba di rumah duka sekitar pukul 22:00 WIB Minggu malam (8/11/2020). Kedatangan jenazah disambut tangis dari sejumlah keluarga.

Bank bjb Tandamata

Suci Pathia, anak kedua almarhum mengungkapkan, meminta permohonan maaf kepada semua pihak, bilamana almarhumah memiliki kesalahan semasa hidupnya.

“Kami perwakilan dari keluarga Aa Gatot Brajamusti mohon maaf kepada semua jika semasa hidupnya almarhum pernah berbuat salah mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya,” ungkapnya diiringi isak tangis, Senin (9/11/2020).

Disebutkan Suci, mendiang dalam kurun dua tahun terakhir menderita penyakit diabetes, hipertensi dan stroke. Pihak keluarga menduga, almarhum mengalami kelelahan sehingga drop.

“Pesan terakhir dari beliau, minta maaf kepada semua pihak termasuk kepada semua awak media,” ujarnya.

Saat ditanyai firasat, anak kedua dari almarhum Aa ini mengaku mendapatkannya dengan merasa ada hal yang kurang baik. Benar saja, firasat itu terbukti setelah adanya kabar dari orangtuanya tersebut.

“Ya firasat ada ya, pastinya yang kami rasakan itu tidak enak saja. Mungkin itu pertanda,” tutupnya.

Sementara itu, ayahanda Aa Gatot, H Dudung menyampaikan, kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi semua anggota keluarga. Terlebih, Aa Gatot selama ini merupakan tulang punggung keluarga.

“Kami seluruh keluarga besar merasa kehilangan karena dia itu tulang punggung dari semua keluarga yang ada disini,” ujarnya.

Sebagai orang tua, selama Aa menjalani masa hukuman, dirinya kerap berkomunikasi melalui telepon seluler dan berkata berkali-kali selalu untuk selalu berbuat baik dan bertobat nasuha dan ia sudah melaksanakan.

” Iya, Aa semasa di lapas berperilaku baik dan ada beberapa orang yang mengikuti untuk belajar ngaji. tak hanya itu, sejak dikabarkan meninggal dunia saya mendapat telepon dari keluarga semasa didalam lapas bahwa aa gatot telah mengislamkan enam orang yang tadinya bukan muslim kemudian masuk islam serta belajar ngaji,” pungkasnya. (upi/rs)