KABUPATEN SUKABUMI

Satu Rumah di Parungkuda Sukabumi Diterjang Longsor

×

Satu Rumah di Parungkuda Sukabumi Diterjang Longsor

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com — Tingginya intensitas curah hujan yang melanda Sukabumi dan sekitarnya menyebabkan bencana alam. Kali ini, satu rumah warga milik Ari di Kampung Bojong Astana, RT (2/4) Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda, tertimbun materil longsor, kemarin (25/3). Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat bencana ini keluarga korban mengalami kerugian materil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Koordinator Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, bencana longsor yang terjadi sekira pukul 16.30 WIB ini, terjadi setelah wilayah tersebut dilanda hujan deras. “Akibatnya, tebing yang berada di belakang rumah penduduk itu, langsung ambruk dan menimpa rumah milik Pak Ari,” jelas Daeng kepada Radar Sukabumi, Rabu (25/3).

Bank bjb Tandamata

Menurut Daeng, tebing tersebut ambruk. Lantaran, kondisi tanahnya sangat labil. Sehingga saat diguyur hujan deras, tebing tersebut langsung longsor dan materialnya menerjang rumah warga setempat. “Untuk jumlah kerugian belum bisa diketahui secara terperinci. Namun, ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” paparnya.

Setelah mendapatkan informasi bencana ini, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Parungkuda langsung meninjau ke lokasi kejadian bersama anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana), Polri, TNI dan pemerintah desa setempat. “Setiba di lokasi kejadian, petugas gabungan bersama masyarakat setempat langsung berupaya membantu membersihkan material longsor yang meninbun dinding rumah Pak Ari,” ujarnya.

Berdasarkan asessmen petugas dilapangan, pasca bencana ini sangat dibutuhkan bantuan berupa bahan material dan kawat bronjong untuk di pasang di lokasi tebing yang longsor itu. Untuk mengantisipasi bencana longsor susulan, BPBD Kabupaten Sukabumi, tidak henti-henti memberikan sosialisasi dan himbauan kepada seluruh warga, khususnya kepada warga yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Bencana itu, tidak dapat diprediksi dan diketahui kapan akan terjadi. Namun, yang perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya risiko bencana alam, adalah melakukan pencegahan sedini mungkin,” pungkasnya. (den/rs)