Pemerintah Kota Sukabumi

Satpol PP Amankan Puluhan Anjal dan Gepeng

×

Satpol PP Amankan Puluhan Anjal dan Gepeng

Sebarkan artikel ini
Sat Pol PP Kota Sukabumi saat melakukan razia anjal dan gepeng di pusat Kota SUkabumi. Foto:ikbal/radarsukabumi

SUKABUMI – Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Sukabumi mengamankan puluhan anak jalanan (Anjal) dan Gepeng yang berkeliaran di pusat Kota Sukabumi.

Apalagi saat ini keberadaan anjal dan gepeng dirasa semakin menjamur dan mememnuhuni setiap sudut kota.

Bank bjb Tandamata

“Makanya hari ini kami bekerjasama dengan Dinas Sosial melalukan rajia menyisir wilayah pusat kota,” ujar Kabid Penegak Perda (Gakda) Satpol PP Kota Sukabumi Ajat Sudrajat, Selasa (11/2).

Dalam penertibannya, Satpol PP dan Dinsos menyisir jalan-jalan yang dianggap menjadi tempat berkeliaranya para anjal dan gepeng. Seperti, jalan Sudirman, Veteran, A Yani, otista, RE Martadinata, RA. Kosasih.

Kemudian dilanjut ke Gedung Juang dan Lapang Merdeka,”Jalan-jalan tersebut saat ini menjadi target razia kita,”katanya.

Ajat menambahkan, razia yang dilakukan ini tentunya sesuai dengan Perda no 2 tahun 2004 tentang ketertiban umum dalam rangka mewujudkan Kota Sukabumi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Kita terus melaksanakan razia ini untuk menciptakan rasa aman dan nyaman. Sehingga warga tidak terganggu oleh anjal dan gepeng, termasuk juga dengan pengamen,”katanya.

Menurut Ajat, para pengamen, gelandangan dan anak jalanan tersebut kebanyakan bukan dari Kota Sukabumi. Tapi dari daerah lain seperti Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bogor, dan Jogja. Bahkan ada juga dari Palembang.

” Pada dasarnya mereka ingin hidup bebas. Tetapi perilaku mereka menggangu orang lain. Apalagi meminta-minta dengan bentuk intimidasi kepada warga, ini tidak bisa dibiarkan, ” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bidang Rehabilitasi Perlindungan Sosial Dinsos Kota Sukabumi Prasetya Binasakti mengatakan puluhan Anjal dan Gepeng yang terjaring razia kali ini, akan dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut.

Pihaknya juga akan berkoodurnasi dengan panti yang ada di Provinsi Jabar apabili perlu dilakukan pembinaan.

“Pada prispnya apabil ada keluarganya, kita akan kembalikan kepada keluarganya untuk dibina oleh keluarganya sendiri,” pungkasnya. (bal)