CIKOLE – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi merumuskan strategi branding atau identitas Kota Sukabumi menjadi kota ramah. Identitas kota ramah ini, adalah hasil dari audit branding yang dimulai dari fokus grup diskusi, wawancara, dan survei yang sebelumnya dilakukan.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Rudi Djuansyah menjelaskan, City Branding merupakan strategi untuk membuat positioning yang kuat di dalam benak target pasar. Seperti halnya, sebuah positioning perusahaan produk atau jasa sehingga Kota Sukabumi dapat dikenal secara luas.
“City Branding ini untuk menggambarkan karakter, daya tarik, gaya dan personalitas kota. Jadi, diferensiasi pesan yang ditawarkan Kota Sukabumi unik dan berbeda dari daerah lainnya dan menginspirasi orang untuk datang kembali dan ingin tinggal di Kota Sukabumi,” jelasnya kepada Radar Sukabumi usai kegiatan internalisasi City Branding Kota Sukabumi yang dilaksanakan di salah satu hotel di Jalan Siliwangi, Kecamatan Cikole, Kamis (12/12).
Proses City Branding, lanjut Rudi, dilaksanakan mulai dari fokus grup diskusi, wawancara, dan survei daring sampai roadshow ke-19 perangkat daerah di Kota Sukabumi.
Adapun tujuan kegiatan tersebut untuk internalisasi hasil pelaksanaan audit branding dan strategi branding kepada pihak internal.
“Jadi sebelum Kota Sukabumi di-launching sebagai Kota Ramah, keramahan itu dilaksanakan terlebih dahulu dalam pelayanan publik yang pada instansi pemerintahan,” tutupnya.
Sementara itu, konsultan City Branding, Muhamad Rahmat Yanandar mengungkapkan, hasil dari audit branding yang dilakuan, menyimpulkan identitas Kota Sukabumi adalah Kota Ramah. Selain itu, Kota Sukabumi sudah memenuhi unsur menjadi Kota Ramah dalam bidang pendidikan, kesehatan, perdagangan, pelayanan dan jasa.
“Kami menggunakan metode swat dalam proses audit. Hasilnya, unsur-unsur penting untuk menjadi Kota Ramah itu sudah memenuhi hanya tinggal optimalisasinya,” ungkapnya.
Kota Sukabumi dengan iklim sejuk dengan ciri khas masyarakat yang ramah terhadap pendatang merupakan unsur penting sebagai identitas. Selain itu, secara geografis yang dikelilingi potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah menjadikan alasan penting orang untuk datang ke Kota Sukabumi.
“Harus dijaga kesejukannya, jadi pembangunan kota ini harus beroreintasi pada lingkungan. Selain itu, kolaborasi dengan daerah di sekelilingnya yang memiliki potensi wisata juga perlu di perkuat. Terlebih, ke depan akses ke Kota Sukabumi bisa dijangkau dengan mudah sehingga tidak ada alasan lain untuk tidak adatang ke Kota Sukabumi,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Wakil Walikota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami menambahkan, City Branding harus menggambarkan karakter dan budaya daerah. Agar City Branding tersebut dapat menarik wisatawan berkunjung dan investor menanamkan usahanya di Kota Sukabumi.
“Hingga saat ini Pemkot Sukabumi masih mencari branding yang tepat sesuai karakter, daya tarik, gaya, dan personalitas kota Sukabumi. City Branding ini harus mudah diingat orang banyak, kita masih mencari yang cocok dan harus unik,” pungkasnya. (upi/d)






