JAKARTA – Bahrun Naim dikabarkan tewas dalam serangan di Suriah.
Kabar meninggalnya Bahrun Naim ini dibenarkan oleh pengacara keluarga Bahrun Naim, Anis Prijo Anshorie.
Anis mengaku mendengar kabar tersebut melalui broadcast yang disebarkan melaui aplikasi sosial Whatsapp. Dia pun langsung menyampaikannya kepada pihak keluarga.
“Saya sudah beri tahu kepada pihak keluarga.
Jika Bahrun Naim gugur di Suriah,” terang Anis kepada wartawan, kemarin (4/12).
Kabar tersebut disampaikannya melalui telepon.
Ketika itu, pihak keluarga belum mendengar kabar tentang Bahrun Naim meninggal saat terjadi pertempuran di Suriah.
Anis merupakan yang pertama memberitahukan kabar tersebut kepada pihak keluarga.
Ini diketahui saat Anis mencoba menanyakannya kepada pihak keluarga apakah sudah mendengar kabar tersebut atau belum.
“Sudah dapat kabar dereng (belum) pak?, Kabar apa? Kalau Bahrun Naim gugur? Belum itu,” kata Anis seraya menirukan percakapan dengan keluarga Bahrun Naim.
Saat ditanya respons keluarga saat mendengar kabar meninggalnya sosok yang sering dikaitkan dengan ISIS ini, Anis menyatakan bahwa keluarga merespons tidak berlebihan.
“Responsnya hanya biasa-biasa saja,” tandas Anis.
Berdasarkan pantauan wartawan koran ini, kondisi rumah keluarga Bahrun Naim yang ada di RT 1/RW 1 Kelurahan Sangkrah, Pasarkliwon, Solo, Jawa Tengah tampak biasa.
Keluarga masih melakukan aktifitas biasa.
Termasuk tetap membuka ruko.
Selama ini, keluarga Bahrun Naim memang memiliki usaha berjualan di rumah berlantai dua tersebut.
Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, pihaknya akan menggali informasi itu.
“Saat ini masih kami dalami informasinya,” kata Martinus ketika dikonfirmasi, kemarin(4/12)
Martinus menjelaskan, Polri akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Atase Kepolisian di Turki dan Interpol guna mengonfirmasi kabar kematian Bahrun.
“Koordinasi dilakukan dengan Kemlu dan semua akses yang ada di Polri,” katanya.
Martinus menambahkan, pihaknya mengetahui kabar kematian Bahrun dari media sosial.
Namun, kabar itu masih belum valid.
Bahrun yang disebut-sebut sebagai pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) merupakan perekrut sejumlah teroris dari Indonesia.
Dalang aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016 itu kerap mengajarkan cara membuat bom melalui grup-grup Telegram internal teroris.(apl/JPC/mg1/jpnn)





