FeaturedKABUPATEN SUKABUMI

Melihat 285 Rutilahu di Desa Citarik Kecamatan Palabuhanratu

×

Melihat 285 Rutilahu di Desa Citarik Kecamatan Palabuhanratu

Sebarkan artikel ini

Rumah yang dihuni Deni Permadi (39) bersama keluarga sungguh memprihatinkan. Rumah bilik bambu itu terlihat lapuk dan usang. Sebagian kayu, bilik gentingnya sudah terlihat rapuh. Tak jarang setiap kali hujan turun, rumah ini selalu kebanjiran.

PERLI RIJAL, PALABUHANRATU

Bank bjb Tandamata

DALAM rumah itu, Deni tinggal bersama isterinya, Yuyun (35) dan dua anaknya, Randi Patria (15) dan Yeli Wulandari (2). Sehari-hari, Deni bekerja sebagai tukang angkut pasir di Muara Cimandiri samping PLTU, Cipatuguran, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu.

Ya, jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan saja sudah pas-pasan. Tak heran, bila setiap hujan turun ia selalu mengeluhkan kondisi rumahnya yang hingga kini belum juga mendapat bantuan.

Rumah yang berada di Kampung Lio, RT 02/06, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu ini dibangun sealakadarnya pada tahun 2000 silam. Selama rumah itu berdiri, Deni mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Ya jangan kan buat bangun rumah, buat makan saja sudah pas-pasan,” ujar Deni kepada Radar Sukabumi.

Menurut Deni, selama ini keluarganya hanya mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang nilainya Rp350 ribu setiap bulan. Namun, bantuan itu untuk menambah gizi anaknya yang masih balita.
Selain itu, ia juga tidak mendapatkan jaminan kesehatan (Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau sejenisnya. Makanya ia merasa bingung jika sewaktu-waktu sakit.

“Saya harap sih tidak terjadi apa-apa. Tapi kan harus jaga-jaga. Apalagikan saya kerjanya malam hari. Orang lain kan punya KIS kalo saya tidak punya,” bebernya.

Ketua RT 02/06, Dirman (58) menyebutkan, dirinya kerap mengusulkan Rutilahu untuk rumah Deni bahkan setiap kali ada orang yang dianggap bisa membantu dirinya selalu membawa ke rumah-rumah warganya itu. “Ya tapi sampai sekarang belum juga ada bantuan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Citarik, M Ledy Nurlaedy mengaku, di desanya itu tercatat ada 285 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). “Saya sudah mengusulkan Rutilahu ke Kemenpera pada 2014. Tapi belum ada yang hasil,” katanya.

Dari jumlah itu, kata Ledy, baru satu rumah yang mendapatkan bantuan dan Badan Amil Zakat Nasional (Bazban) Kabupaten Sukabumi. “Kami juga sangat berharap warga kami yang masih tinggal di Rutilahu bisa mendapatkan bantuan renopasi,” imbuhnya. (ryl)