KABUPATEN SUKABUMI

Mahasiswa Baru Digembleng

×

Mahasiswa Baru Digembleng

Sebarkan artikel ini
ANTUSIAS : Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0607/Kota Sukabumi, Mayor Chb R. Khoirullah A saat memberikan materi dihadapan ratusan mahasiswa Sukabumi, di Makodim 0607/Kota Sukabumi, kemarin (8/9).

SUKARAJA, RADARSUKABUMI.com – Ratusan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Sukabumi, mengiktui Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) di Makodim 0607/Kota Sukabumi, Jalan Raya RA Kosasih, Desa/kecamatan Sukaraja, kemarin (8/9).

Kegiatan ini untuk membina dan membentuk generasi muda yang berkepribadian, berakhlak mulia, disiplin, terampil serta memiliki semangat dan kesadaran bela negara.

Bank bjb Tandamata

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0607/Kota Sukabumi, Mayor Chb R. Khoirullah A mengatakan, kegiatan PKBN mahasiswa baru ini, bukanlah kegiatan pembentukan militerisasi seperti yang terpikir di benak masyarakat.

Namun lebih kepada pembentukan sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi oleh kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pembinaan kesadaran bela negara sangat penting dilakukan dalam upaya membangun sikap dan mental, agar generasi muda memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme. Ini sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945 pasal 27 ayat 3 pasal 30 ayat 1 dan Undang-undang nomor 3 tahun 2012 tentang Pertahanan Negara,” jelas Khoirullah kepada Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, kemarin (8/9).

Menurut Khoirullah, kegiatan PKBN sangat penting dilakukan agar generasi muda bisa ikut serta dalam upaya kesadaran bela negara. Hal itu dilakukan agar tertanam kesadaran sejak dini untuk membangun jiwa nasionalisme dan patriotisme.

“Sebagai warga negara Indonesia, kita harus memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme, khususnya pada genersi muda,” bebernya.

Dalam pelatihan ini, ratusan mahasiswa baru akan digembleng mengenai nilai-nilai dan norma kesadaran berbangsa dan bernegara. Untuk itu, pelatihan bela negara ini sangat penting dilakukan selain untuk membentuk karakter generasi bangsa, juga untuk menyamakan persepsi mengenai ideologi pancasila.

“Suatu negara akan dikatakan kuat pertahanannya, bila bangsa tersebut bersatu padu untuk selalu mempertahankan dan memperjuangkan serta melindungi hak-hak warga negaranya. Untuk itu, Indonesia akan disegani oleh negara lain, jika seluruh elemen bangsanya bersatu padu dalam pertahanan negara,” tandasnya.

Ia berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, terdapat kesepahaman terkait pembinaan kesadaran bela negara sebagai upaya membangun karakter bangsa yang tak terpisahkan dari pembangunan nasionalisme dan demi satu tujuan. Yakni nasionalisme, cinta tanah air dan kedamaian.

“Bela negara bukanlah bawaan sejak lahir, sehingga perlu ditumbuhkembangkan melalui proses pembinaan kesadaran bela negara yang dilakukan sejak usia dini hingga dewasa,” pungkasnya.

(Den)