CIKEMBAR, RADARSUKABUMI.com, — Sejumlah pengendara dan warga Kampung Cisalak, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar mengeluhkan kondisi jalan rusak parah.
Pasalnya, akibat kerusakan jalan ini banyak pengendara terjatuh.
Dari informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, jalan yang berstatus Kabupaten Sukabumi ini sejak 2007 lalu tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah.
Alhasil, belasan kilometer jalan penghubung antar Kecamatan Cikembar dengan Kecamatan Jampangtengah ini mengalami kerusakan parah hingga nyaris seperti selokan kering.
Salah seorang warga Kampung Cisalak, RT 02/12, Maman (33) mengatakan, kerusakan jalan ini sudah berlangsung belasan tahun tanpa ada perbaikan dari pihak pemerintah.
Sehingga kondisi saat ini, selain aspal yang sudah terkelupas juga banyak kerikil berserakan di badan jalan. Tal heran, banyak pengendara yang terpeleset sampai terjatuh.
“Barusan saja, sudah ada tiga pengendara yang jatuh. Untungnya hanya mengalami luka ringan. Jalan ini seolah dibiarkan pemerintah, terbukti sudah belasan tahun belum ada perbaikan,” kata Maman kepada Radar Sukabumi, kemarin (11/6).
Selain membahayakan pengendara, lanjut Maman, kerusakan jalan tersebut juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
Dimana banyak yang membawa hasil pertanian melalui jalan tersebut.
“Banyak dampak negatif yang dirasakan baik oleh warga sekitar maupun pengendara terkait kerusakan jalan ini. Bila musim kemarau jalan ini juga menimbulkan debu hingga mengganggu pernafasan,” tandasnya.
Menurutnya, sudah beberapa kali warga mengajukan kepada pemerintah daerah melalui Pemerintah Desa (Pemdes).
Bahkan sudah berupaya mengajukan kepada perusahaan semen yang keberadaannya tidak jauh.
Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan serius.
“Kami suda beberapa kali mengajukan tapi tidak ada realisasinya,” ungkapnya.
Hal senada dilontarkan salah seorang pengendara asal warga Desa Tanjungsari, Deni (39).
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut sangat membahayakan pengendara khususnya roda dua.
Apalagi, jalan ini menjadi akses terdekat menuju pusat perbelanjaan. “Ini tentunya perlu penanganan secara serius dari pemerintah jangan sampai terkesan ada pembiaran seerti ini,” ucapnya.
Ia berharap, pemerintah secepatnya turun tangan dan segera mengucurkan bantuan perbaikan jalan tersebut.
Hal ini guna menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi para pengendara dan warga setempat.
“Kalau tidak secepatnya diperbaiki kami khawatir banyak pengendara yang menjadi korban,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Asep Japar menerangkan, dari 1.200 kilometer jalan yang rusak, tahun ini pemerintah hanya mampu memperbaiki 25 persennya.
Diharapkan masyarakat pun memahami atas kondisi keuangan daerah yang tidak bisa mengcover semua usulan.
Kerusakan jalan saat ini tidak sebanding dengan anggaran yang ada. Sehingga dari 1.200 kilometer, kemampuan pemerintah untuk memperbaiki dan membangun hanya 25 persen saja.
“Bukan pemerintah memperhatikan terhadap usulan dan keluhan masyarakat, karena memang anggaran kita yang terbatas sementara jalan yang harus diperbaiki sangat panjang,” terangnya.
Pria yang akrab disapa Asjap ini mengaku, tahun anggaran 2019 ini, Dinas PU Kabupaten Sukabumi akan merealisasikan pembangunan jalan yang menjadi skala prioritas.
Menurutnya, pemerintah mengutamakan pembangunan jalan baru yang selama ini belum tersentuh pengaspalan, akses ekonomi serta jalan penghubung antar kecamatan.
“Pembangunan tahun ini kurang lebih sepanjang 200 sampai 300 kilometer,” ulasnya.
Sementara anggaran untuk peningkatan jalan, perbaikan jalan rusak, pengaspalan jalan yang sama sekali belum diaspal dianggarkan sebesar Rp176 miliar.
Meskipun belum bisa seluruhnya membangun jalan di kabupaten, perintah tak hentinya berupaya untuk bisa memperbaiki seluruh jalan rusak secara bertahap.
“Perbaikan akan dilakukan secara bertahap karena jalan yang mengalami kerusakan cukup signifikan,” pungkasnya.
(bam/d)






