Liputan KhususSUKABUMI

Kode ‘BO’ Langsung Cuss

SUKABUMI – Prostitusi online via media sosial (medsos) twitter yang berhasil diungkap jajaran Polres Sukabumi Kota, ternyata bukan satu-satunya penyedia jasa esek-esek di Sukabumi. Dari hasil penelusuran Radar Sukabumi, setidaknya ada dua aplikasi lain yang bisa di akses untuk memenuhi hasrat birahi para hidung belang.

Aplikasi yang saat ini sedang hits tersebut yakni Bee Talk dan We Chat. Dalam aplikasi tersebut, kita bisa mengetahui keberadaan orang-orang yang ada di sekitar. Sehingga, bisa mengetahui siapa saja yang memang sedang berada lebih dekat dengan sekeliling kita.

Setelah menemukan apa yang dicari, komunikasi pun sudah bisa dilakukan. Cukup dengan kode BO yang artinya booking, wanita yang kebetulan sebagai pekerja seks langsung merespon. “Tinggal buka aplikasi itu, kita cari wanita yang terlihat cantik, seksi, muda dan cukup bilang BO yuu. Kalau pas yang kita chat memang pekerja seks, pasti langsung dibalas ST (Short Time) apa LT (Long time)?,” ujar pria yang enggan dikorankan.

Begitu mudahnya mendapatkan wanita dengan aplikasi massenger tersebut, tentunya mempermudah prostitusi seksual pada zaman sekarang ini. Ketika memang sudah setuju antara harga, lokasi dan jenis permainan seksnya, pelanggan langsung berangkat ke lokasi yang sudah disepakati. “Kalau sudah deal, ya langsung pergi ke lokasi,” ucapnya.

Sedangkan pengakuan pria berkulit bersih tersebut, untuk masalah harga itu bervariatif mulai dari Rp500 ribu sampai dengan Rp1,5 juta. Hanya saja, mereka itu bekerja menjadi pelayan seks tanpa ada mucikari.

Para Pekerja Seks Komersil (PSK) yang berusia 17 hingga 28 tahun saat diinterogasi di Mapolres Sukabumi Kota, Senin (19/11).

loading...
1 2Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close