Green Musyda Aisyiyah Kota Sukabumi

Oleh : Amalia Nur Milla

(Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Sukabumi Periode 2022-2027/Dosen Prodi Agribisnis Faperta UMMI)

Bacaan Lainnya

Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kota Sukabumi menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) ‘Aisyiyah Kota Sukabumi ke-4 dengan mengusung tema “Perempuan Kota Sukabumi Berkemajuan, Mencerahkan Peradaban Bangsa” yang dilaksanakan pada hari Sabtu-Ahad, 24-25 Juni 2023.

Pembukaan musyda di GOR Merdeka Kota Sukabumi dan musyda di Ballroom Hotel Balcony Kota Sukabumi.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin organisasi lima tahunan. Agenda musyda yaitu laporan pertanggung jawaban pengurus sebelumnya dan rancangan program kerja lima tahun ke depan serta pemilihan pimpinan daerah Aisyiyah (PDA) periode lima tahun ke depan.

Musyda bukan hanya penting bagi persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah namun juga untuk umat dan bangsa.

Rangkaian musyda tahun ini diselenggarakan dengan mengusung Green Musyda.

Hal ini menjawab tantangan zaman, dimana pelestarian lingkungan hidup sangatlah penting di tengah-tengah kerusakan alam dan bencana alam yang kian marak, sehingga diperlukan antisipasi dengan melakukan edukasi kepada internal persyarikatan maupun eksternal.

Perempuan berkemajuan harus memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu beberapa kegiatan dilakukan menjelang musyda dan selama kegiatan musyda.

Beberapa kegiatan Green Musyda diantaranya:

1. Solusi untuk Polusi Plastik

Green Musyda di gagas mengingat tanggal 5 Juni merupakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema di tahun 2023 ini yaitu : Solusi untuk polusi plastik (Beat Plastic Solution).

Green Musyda mewajibkan pesertanya untuk membawa tumbler/tempat minum isi ulang. Agar dapat meminimalisir sampah plastik yang berasal dari kemasan air mineral. Makan dan snack diupayakan minim kemasan plastik.

Gerakan ini juga dapat menghemat pengeluaran panitia dalam membeli air minum kemasan. Mendorong tim konsumsi untuk kreatif dalam penyajian makanan.

Makanan/snack yang minim plastik pada umumnya berasal dari kue/jajanan tradisional, sehingga hal ini dapat melestarikan kue tradisional yang saat ini peminatnya berkurang karena beralih pada snack yang dianggap lebih modern.

 

2. Green Kurban

Green Kurban aadalah konsep kurban yang dihadirkan oleh LazisMu KL ‘Aisyiyah/ Kantor Layanan ‘Aisyiyah Kota Sukabumi dengan memperhatikan lingkungan dan pelestariannya.

Green Kurban mengedepankan praktik pengemasan daging yang ramah lingkungan. Menggunakan bungkus yang terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat terurai dengan mudah di alam. Selain itu, Green Kurban juga mengusung Konsep Penanaman Bibit Pohon, yaitu komitmen untuk menanam satu bibit pohon untuk setiap orang / peserta kurban.

 

3. Penanaman pohon dan panen sayuran di Kebun Gizi Aisyiyah

Aisyiyah memiliki program rumah gizi yang di dalamnya terdapat berbagai kegiatan seperti konseling dan penghargaan ASI Eksklusif, Sosialisasi M-PASI dan makanan bergizi, pelatihan pengolahan makanan bergizi, dan Kebun Gizi.

Kebun gizi menjadi kegiatan yang sangat didorong untuk massif di masyarakat, yaitu memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam sayur dan buah organik untuk mendorong konsumsi buah dan sayur keluarga, selain kebun gizi sayur dan buah ada juga kebun gizi berupa ternak dan ikan.

 

4. Ecobhinneka

Merupakan salah satu program Muhammadiyah dan Aisyiyah : Merawat Kerukunan, Melestarikan Lingkungan. Muhammadiyah menginisiasi sebuah program yang bertujuan membangun komunitas lintas agama yang tangguh dan inklusif, untuk mendukung Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB) melalui pendekatan pelestarian lingkungan. Program ini dinamai “Eco Bhinneka”.

Eco-Bhinneka nantinya diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota persyarikatan, serta ummat beragama serta ormas yang ada di kota Sukabumi dalam merancang dan melaksanakan suatu aksi bersama yang berkontribusi dalam upaya pengelolaan kelestarian lingkungan (ECO-BHINNEKA) khususnya di Kota Sukabumi.

Diharapkan tokoh-tokoh lintas agama, pemimpin agama, dan perempuan dapat memiliki kesadaran yang lebih baik tentang perspektif dan pandangan agama yang berbeda, dan kapasitas untuk mengidentifikasi masalah sosial dan pemikiran kritis, dan untuk mempromosikan masalah hak asasi manusia, inisiatif perdamaian dan menantang stereotip negatif.

Agar bisa ditepis dengan bersama-sama menjaga lingkungan hidup. Bibit tanaman yang akan dibagikan sejumlah tanaman dibawa ke GOR Merdeka pada saat pembukaan musyda, dengan harapan dapat di bawa oleh para tokoh agama dan ormas serta peserta musyda yang hadir untuk ditanam dan di rawat sebagai tanda mencintai lingkungan.

 

Manfaat Menanam Pohon di Sekitar Rumah:

1. Menyejukkan rumah di musim panas.
Salah satu manfaat menanam pohon di sekitar rumah yaitu bisa membuat rumah terasa sejuk dan teduh secara alami. Pohon bisa menghalangi sinar matahari berlebih dan panas untuk masuk ke rumah. sehingga kita tidak perlu menggunakan air conditioning (AC) lagi selama musim panas. Bahkan, pohon bisa mengurangi biaya AC sebesar 15-50 persen per tahun.

Menanam pohon yang tinggi, sehingga bisa menaungi dan melindungi unit AC juga akan memberikan manfaat tambahan. Hal itu karena unit AC yang terlindung dari sinar matahari dan panas cenderung bekerja jauh lebih efisien daripada unit yang tidak terlindungi.

2. Meredam kebisingan.
Bagi yang memiliki rumah di tepi jalan yang ramai hingga bising karena kendaraan yang lewat, menanam pohon bisa memberi ketenangan karena bisa tumbuhan dapat meredam kebisingan.

Sebagai penghalang suara alami, pohon bisa membantu memblokir kebisingan yang mengganggu dan membuat rumah terasa jauh lebih tenang dan damai.

3. Membersihkan udara.
Pohon juga efektif dalam membersihkan udara, menyerap gas polutan (nitrogen oksida, ozon, amonia, dan sulfur dioksida). Pohon juga menyerap bau dan bisa bertindak sebagai penyaring, karena partikel yang kecil bisa terperangkap di daun. Sehingga manfaat menanam pohon di rumah bisa memberikan udara yang lebih baik untuk kesehatan pernapasan.

4. Bisa meningkatkan fungsi kognitif
Penelitian sudah menunjukkan bahwa berada di dekat alam, termasuk pepohonan, bisa meningkatkan fungsi kognitif. Manfaat ini tampaknya sangat signifikan pada anak-anak.

Selain itu, berada di sekitar pohon juga sudah terbukti bisa mengurangi stres, meningkatkan energi, bahkan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bila anak mengalami attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), menghabiskan waktu di alam sekitar pohon juga bisa membuat gejalanya jauh lebih ringan.

Menanam pohon di sekitar rumah, tidak perlu lagi pergi jauh-jauh ke hutan guna mendapatkan manfaat pohon untuk kesehatan mental dan fisik ini. Melainkan kamu dan keluarga bisa menghabiskan waktu di halaman untuk memperoleh manfaat pohon yang bisa meredakan stres dan meningkatkan kesehatan.

5. Membantu mencegah banjir.
Akar pohon dapat menyerap air, sehingga dapat mencegah banjir di rumah saat hujan lebat.

Green Musyda diharapkan dapat mengedukasi masyarakat khususnya peserta Musyda Aisyiyah, umumnya bagi masyarakat agar lebih peduli dan mencintai lingkungan hidup dengan berbagai upaya yang bisa kita lakukan secara individu, maupun bersama-sama. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *