ARTIKEL

Waspada, Kominfo Tak Berdaya, Indonesia dalam Bahaya …

×

Waspada, Kominfo Tak Berdaya, Indonesia dalam Bahaya …

Sebarkan artikel ini
Ahli telematika, Roy Suryo/Net
Ahli telematika, Roy Suryo/Net

Jangan merasa aman bahwa Data-data di PDNs-2 tersebut hanya dieklnkripsi saja dan sudah “dikunci” sebagaimana statemen2 Rezim ini sebelumnya. Karena sudah jelas bahwa Data-data tersebut bisa diindikasikan telah dicopy dulu semuanya atau minimal sebagian oleh Hacker sebelum melakukan enkripsi dan menjalankan ransomwarenya.

Bank bjb Tandamata

Tsunami Data tersebut bisa dibayangkan bilamana masyarakat repot seperti kasus di Imigrasi kemarin, Selain itu mulai kesulitan Antre BBM karena data / barcode tidak bisa diakses untuk Subsidi, Juga saat di Rumah sakit ternyata Kartu BPJS-Kesehatan tidak dikenal lagi, Mendadak setiap hati setiap jam dan menit ditelpon oleh Nomor2 tidak dikenal dan menawarkan Pinjaman bahkan menagih Hutang padahal samasekali bukan Debiturnya, dsb.

Tentu semua diatas ini hanya contoh akibat Data-data pribadi kita sudah diumbar tanpa ada tindakan apapun dari Pemerintah selaku pihak yang gagal karena seharusnya bisa melindungi data masyatakat sebagaimana Amanah UU No. 27 th 2022 tentang PDP (Perlindungan Data Pribadi).

Kesimpulannya, sudah jelas Bahaya mengancam didepan mata. Kalau Presiden JokoWi seolah2 bisa berpidato bahwa “Data is the New Oil” dan mengerti artinya, tentu dalam pemanggilan Menkominfo bersama BSSN, MenKeu, MenkumHAM, menPAN, BPKB dan Telkom kemarin juga harus bisa memberi arahan utk menyelamatkan Indonesia.

Maka kita tunggu saja hari2 ini akan ada tindakan signifikan tidak dari Rezim yang sedang berkuasa saat ini. Artinya benar2 masih nasionalis atau justru malah menyerah tunduk semuanya (dijual atau digadaikan) kepada Oligarki dan kepentingan Asing. Data-data sudah jelas tersebar akibat “kebodohan”sebagaimana disampaikan oleh Komisi-1 DPR-RI kemarin, Apakah mau tetap dipertahankan kalau sudah begini ?

)* Dr. KRMT Roy Suryo – Pemerhati Telematika, Multimedia, AI & OCB Independen, Jakarta 28 Juni 2024