Senjata Makan Uang

Ilsutrasi Senjata
Ilsutrasi Senjata. (foto : Pixabay)

Oleh : Handi Salam

USAI puluhan orang tewas di Buffalo dan Texas. Hari ini, Selasa (7/06/2022) Gubernur New York Kathy Hochul tandatangani 10 paket RUU pengendalian senjata menjadi undang-undang.

Undang-undang disahkan oleh badan legislatif negara bagian. Salah satu aturannya menaikkan usia wajib pembeli atau pemilik senapan semi-otomatis dari 18 menjadi 21 tahun.

RUU tersebut ditandatangani oleh seorang gubernur asal Partai Demokrat. Tercatat selama tahun 2022 ada 240 kejadian penembakan ke arah Massa. Media setempat hanya mengulas jumlah korban. Yang sedikit terjadi beberapa kali dimana-mana.

Penembakan di Amerika jadi hoby. Selalu terjadi. Kalau pelaku putih, itu disebut ‘lone wolf’, lainnya dianggap terrorist. Lalu selesai itu selalu memanjatkan doa, keprihatinan, dan tidak ada aksi.

Kasus penembakan selalu dipoles dengan doa-doa. Seakan-akan doa sudah bisa menambal dan memperbaiki situasi. Besok-besok terjadi lagi. Nembak dan doa kemudian pidato dan terjadi lagi menembak. Begitu, terus berputar.

Banyak yang kesal, melihat klise ‘thoughts and prayers” setiap kali ada penembakan. Tapi saya yakin, Amerika tidak bisa berbuat apa-apa kecuali berdoa, karena memang sudah letih dan lesu. Doa adalah cara terbaik untuk menghindar dari membuat solusi masalah.

Hari Minggu kemarin giliran Chattanooga, Tennesse, ada yang menembaki massa di nightclub, 14 tertembak, 3 mati. Sabtu sebelumnya penembakan massa juga terjadi di kota ini, 6 tertembak, 2 kritis. Penembak juga belum jelas siapa.

Hari Minggu juga terjadi penembakan di Nighclub ramai di Mesa, Arizona. 2 mati, 2 luka-luka. Di Phoenix, Arizona, ada yang menembak di mall ke arah massa, 1 anak mati, 8 luka-luka berat. 1 mile dari tempat penembakan itu, seorang anak mati tertembak di depan rumah.

Di Michigan juga tidak mau kalah, hari Minggu terjadi tembak menembak di Saginaw. 3 orang mati, 2 luka-luka tertembak.

Daftar kegilaan menembak di tempat publik bisa panjang sekali di Amerika. Mereka hobby sekali menembak di tempat publik dan jalanan.

Amerika kena batunya, mungkin. Sebagai negara suka peperangan, Amerika hanya berdoa. Ramalan presiden Amerika Serikat ke-34 Dwight David “Ike” Eisenhower terbukti. Presiden peraih bintang lima militer ini pernah menyebutkan Industrial Military Complex.

Bagiamana banyak senjata jika tidak ada peperangan ?. Ini sangat rumit. Akan terjadi terus, binis senjata sangat menguntungkan. Amerika bukan satu-satunya yang produksi senjata.

Charlton Heston seorang aktor, mungkin paling diingat sebagai presiden paling terlihat dalam sejarah Asosiasi senjata Senapan Nasional Amerika, membimbing kelompok pelobi senjata senapan di Amerika.

Para produsen Senjata uangnya banyak sekali. Bisa pengaruhi para Senat, Anggota DPR Amerika. Mereka dapat sodoran uang dari oligarki senjata. Sangat sulit untuk merubah undang-undang senjata.

Undang-udang dasar soal senjata ada sejak selesai perang Revolusi dengan Inggris. Saat perang mereka menggunakan tentara Rakyat, Relawan dan Tentara Resmi. Hak memiliki senjata ada dalam undang-undang.

Sangat sulit udang-undang soal Hak Senjata di Amandemen. Kalaupun dilakukan penuh tekanan. Dwight David “Ike” Eisenhower yang meninggal 28 Maret 1969 ini sudah mengatakan soal bahaya gabungan Industrial Military Complex. Tapi, itu dulu sekarang senjata sudah makan Uang. Semua beres jika ada uang. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan