Cipta Ciputra Harun, cucu konglomerat Ciputra, juga bercerita soal tidak dimanja itu. Cipta pernah ditugaskan ikut mengelola real estate grup Ciputra di Makassar.
Ia hanya digaji Rp 2,5 juta sebulan. Harus cukup untuk hidup. Maka Cipta pun tinggal di tempat kos di Makassar.
Dari forum yang banyak menampilkan generasi kedua dan ketiga itu terlihat konstitusi keluarga mereka anggap kian penting. Itu lantaran nilai-nilai keluarga kian sulit dilestarikan.
Misalnya karena jumlah keluarga kian banyak. Dari dua orang menjadi 7 orang. Lalu menjadi 15 orang. Dan seterusnya.
Apalagi kalau mereka sudah menyebar ke tiga benua: Eropa, Asia, dan Amerika. Kian sulit berkumpul. Lewat zoom pun tidak mudah. Perbedaan waktu di tiga lokasi itu sulit dikompromikan.
Keinginan tertinggi para perintis perusahaan keluarga adalah, seperti kata Hadi Cahyadi, agar perusahaannya terus berkembang, keluarga sejahtera, dan tetap rukun.
Maka konstitusi keluarga adalah salah satu cara untuk mencapai cita-cita para pendiri.
Konstitusi keluarga pun bisa bisa mengakhiri jargon kutukan generasi ketiga. (Dahlan Iskan)





