ARTIKEL

Pinokio

×

Pinokio

Sebarkan artikel ini
kang-warsa

Itulah, jika kesenjangan antara apa yang diucapkan dengan kenyataan semakin melebar. Semakin jelaslah, bahwa kejujuran itu telah terbiasa disakiti oleh kebohongan. Mata batin kita sudah bisa melihat, hidung saya, hidung Anda, dan hidung kita semua tidak jauh berbeda dengan Petruk. Malah, Petruk bisa jadi lebih jujur dari kita, karena tidak merasa malu menampilkan  sosok yang sebenarnya.

Propaganda sebuah negara dapat dipenuhi oleh kebohongan. Misal; selama lima dekade, perang dingin antara Blok Barat dengan Timur telah menghasilkan kebohongan-kebohongan besar di dunia lalu diyakini sebagai kejujuran dan keberhasilan sebuah negara.

Bank bjb Tandamata

Kamuflase dan propaganda keberhasilan sebuah negara dipertontonkan lewat televisi, disiarkan di radio-radio, agar semua orang tahu tentang itu. Tipuan kepada negara-negara baru merdeka di dunia ketiga, agar mereka mengikuti induk semangnya, menentukan pilihan, Barat atau Timur.

Negara-negara satelit terbentuk karena terdesak oleh propaganda dan polesan-polesan luar, padahal telah menggiring mereka ke arena pertempuran psikologis. Sejarah manusia mencatat: di zaman rezim Stalin, dipropagandakan keberhasilan panen besar Soviet, sementara propaganda kesuksesan besar tersebut tidak berbanding  lurus dengan jutaan orang yang menderita kelaparan di pinggiran-pinggiran negara satelit Komunis tersebut.

Mitos modern diciptakan, Rezim Richard Nixon mempersembahkan tokoh Iblis untuk dunia, agar ditakuti oleh dunia, agar dijadikan musuh bersama: Komunisme! Apakah ini bukan sebuah kebohongan ketika mayoritas penduduk dunia menentang komunisme sementara bagian-bagian dan akar penting dari komunisme tersebut diadopsi menjadi dasar dan landasan berpijak sebuah Negara?

Padahal, perang dingin adalah sebuah rekayasa global, kebohongan mendunia. Pertemuan-pertemuan para petinggi ke dua negara , antara Soviet dengan Amerika Serikat telah menghasilkan sebuah Détente, upaya peredaan ketegangan.

Di situ ada sebuah kesepakatan besar, tentang keharusan menciptakan wacana-wacana global, sebuah pentas drama dunia. Keuntungan terbesar bukan didapat oleh penduduk dunia, warga negara kedua negara tersebut sekalipun hanya sedikit  mencicipi nektar manis dari keberhasilan negara-negara adidaya tersebut.

Runtuhnya Komunisme merupakan babak baru pentas drama dunia. Diciptakan kembali Iblis baru yang harus diperangi oleh penduduk dunia, terorisme, alamatnya jelas Islam. Peta kebohongan ini sebenarnya telah terbaca dalam Clash of Civilization, Huntington, benturan peradaban antara Barat dan Islam disebabkan bukan oleh apa-apa, kecuali oleh kebohongan dan kedok baru imperialisme.

Jika dunia saja sudah dipenuhi oleh intrik-intrik kebohongan, sudah bisa dipastikan, negara dunia ketiga seperti Indonesia pun tidak bisa lepas dari kebohongan dan rekayasa sosial ini. Imbasnya, kita sebagai warga negara akan terbiasa dengan kebohongan. Kejujuran ada di strata paling bawah piramida moralitas. Bisa jadi, saya pun sedang berbohong kepada Anda! Jadilah kita sebagai Pinokio modern. ***