ARTIKEL

Mesin Menggilas Mesin

×

Mesin Menggilas Mesin

Sebarkan artikel ini
Handi salam

SAYA ingat film Wall Street (1987). Gordon Gekko berkata: “Greed is good.” Serakah itu baik. Tentu saya tidak setuju. Tapi lihatlah sekarang. Kita menirunya. Bahkan membenarkannya. Mesin Menggilas Mesin.

Sesungguhnya, apa yang disebut sistem ekonomi baru itu tidak benar-benar baru. Watak kapitalisme tetap sama: serakah. Bedanya, kini serakah itu sudah berganti wajah. Disrupsi teknologi membuat transaksi ekonomi bukan lagi soal uang. Tapi data.

Bank bjb Tandamata

Kita tidak sadar, itu sudah berlangsung sejak Google mengalahkan Yahoo. Sejak Facebook menguasai otak manusia dunia.

Teknologi perangkat lunak menghajar sendi-sendi bisnis konvensional. Mengubah sistem ekonomi secara keseluruhan. Kawan saya, misalnya, tidak perlu modal besar untuk merintis bisnis. Cukup bikin kanal media lokal.

Viktor Mayer-Schönberger dan Thomas Ramge menulis dalam Reinventing Capitalism in the Age of Big Data (2018): bank bukan lagi tulang punggung bisnis. Jumlah bank akan berkurang. Di Swiss, sejak 2005, tiap tahun ada 10 bank tutup. Orang tidak lagi datang ke bank untuk modal.

Profesor W. Chan Kim dan Renée Mauborgne dari INSEAD, Prancis, menyarankan: jangan menantang bisnis yang sudah ada. Cari ruang baru.

Itulah kapitalisme era digital. Mesin memaksa manusia lebih tangkas. Bisnis baru mendisrupsi bisnis lama. Lalu, bisnis baru itu kelak akan digilas oleh bisnis yang lebih baru lagi.

Milton Friedman dan Friedrich Hayek, penganjur liberalisme, percaya pasar bebas akan mendorong keserakahan yang baik. Pertanyaannya: bagaimana menjadikan keserakahan itu benar-benar baik?

Jawabannya sederhana. Mari kita lanjutkan kebaikan dengan baik-baik.(*)