Investasi Ilmu Kelautan: Menuju Lautan yang Sehat dan Tangguh

Muhammad Yusuf Awaluddin, S.Kel., M.Sc.
Muhammad Yusuf Awaluddin, S.Kel., M.Sc.

Oleh: Muhammad Yusuf Awaluddin, S.Kel., M.Sc.

*Dosen Departemen Kelautan, FPIK-Unpad

Bacaan Lainnya

LAUTAN, dengan luas dan kerumitannya, memiliki peran penting dalam kesehatan dan kesejahteraan planet kita. Namun, lautan juga menghadapi banyak tantangan yang membutuhkan penelitian dan pemahaman secara ilmiah.

Agenda Hari Ilmu Kelautan sedunia, yang diadakan setiap tanggal 22 Juni, sangat penting dalam upaya kita melindungi dan melestarikan lautan.

Hal ini merupakan wadah yang tepat untuk meningkatkan kesadaran, kolaborasi serta aksi nyata di masyarakat.

Ilmu kelautan berperan penting dalam memperluas pengetahuan kita tentang lautan dan ekosistemnya.

Hal ini mencakup penelitian dan eksplorasi ilmiah yang memungkinkan kita memahami kehidupan laut, kondisi fisik laut, dan dampak aktivitas manusia di laut.

Pengetahuan ini tidak hanya berfungsi sebagai dasar inovasi tetapi juga mendorong pengembangan solusi berkelanjutan yang bertujuan untuk mempromosikan tata kelola laut yang adil dan bertanggung jawab.

Dengan mendorong kolaborasi antara ilmuwan, pembuat kebijakan, dan masyarakat, ilmu kelautan berkontribusi secara signifikan terhadap pelestarian keanekaragaman hayati laut dan kesehatan planet kita dalam jangka panjang.

Ilmu kelautan tumbuh subur dalam kemitraan interdisipliner dan kerja sama internasional. Para peneliti, dan pemangku kepentingan ilmu kelautan dari seluruh dunia berkumpul untuk bertukar keahlian, data, dan sumber daya. Apalagi UNESCO telah mencanangkan tahun 2021-2030 sebagai Dekade Ilmu Kelautan untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan upaya kolektif untuk memupuk pemahaman yang lebih dalam tentang lautan kita dan memungkinkan pengembangan solusi inovatif.

Dengan turut mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan laut yang bertanggung jawab tersebut, kita dapat memastikan kesehatan dan pelestariannya dalam jangka panjang untuk generasi mendatang

Indonesia, sebagai negara dengan garis pantai yang panjang serta memiliki keanekaragaman hayati laut yang beragam, telah berhasil menerapkan beberapa upaya konservasi laut yang didorong melalui inovasi ilmu kelautan. Beberapa contoh penting diantaranya adalah:

Pertama, Kawasan Konservasi Laut Raja Ampat, yang berada di Papua Barat. Daerah ini terkenal dengan terumbu karangnya yang menakjubkan dan kehidupan lautnya yang beragam.

Penelitian dan survei ilmiah yang dilakukan oleh ilmuwan lokal dan internasional telah memberikan pengetahuan berharga tentang keanekaragaman hayati, proses ekologis, dan ancaman yang terjadi di kawasan tersebut.

Pengetahuan tersebut turut berkontribusi pada pembentukan Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat.

Kawasan ini termasuk kawasan perlindungan laut terbesar di dunia. Penunjukan kawasan lindung mencakup peraturan zonasi, praktik pariwisata ramah lingkungan, dan keterlibatan masyarakat.

Kedua, Inisiatif Segitiga Terumbu Karang. Indonesia bersama lima negara lain yaitu Timor Leste, Filipina, Malaysia, Papua New Guinea, dan Kepulauan Solomon terlibat aktif dalam Inisiatif tersebut.

Pemerintah, ilmuwan, dan pemangku kepentingan berkolaborasi untuk melindungi dan mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan.

Penelitian ilmu kelautan yang dilakukan di Indonesia telah berkontribusi untuk memahami keanekaragaman hayati laut di kawasan ini, mengidentifikasi kawasan prioritas untuk konservasi, dan menerapkan praktik perikanan berkelanjutan.

Ketiga, upaya Konservasi Penyu. Indonesia adalah rumah bagi beberapa pantai peneluran penyu yang penting.

Salah satu contohnya adalah Penangkaran Penyu hijau di Pangumbahan Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi. Melalui penelitian ilmiah, termasuk studi pemantauan dan pelacakan, status konservasi dan perilaku bersarang penyu telah dilakukan.

Pengetahuan ini memberikan rekomendasi upaya konservasi, seperti kawasan bersarang yang dilindungi, program konservasi berbasis masyarakat, dan kampanye untuk mengurangi ancaman seperti perburuan dan degradasi habitat.

Inisiatif ini telah berkontribusi pada pemulihan populasi penyu di berbagai wilayah Indonesia.

Contoh-contoh tersebut menunjukkan bagaimana ilmu kelautan telah berkontribusi dan mempengaruhi upaya konservasi yang berhasil di Indonesia.

Dengan menggunakan penelitian ilmiah sebagai dasar pengambilan keputusan dan strategi pengelolaan, Indonesia mengambil langkah yang tepat untuk melindungi ekosistem lautnya.

Tidak hanya melindungi, tetapi juga turut melestarikan keragamannya serta memanfaatkan sumberdaya laut secara berkelanjutan.

Akan tetapi, Ilmu kelautan juga menghadapi tantangan signifikan yang mempengaruhi akselerasinya untuk mengatasi kompleksitas lautan. Berikut adalah tiga tantangan utama yang dihadapi:

Pertama, masalah pendanaan. Pendanaan yang memadai sangat penting untuk penelitian ilmu kelautan, infrastruktur, dan kemajuan teknologi.

Namun, konsistensi pendanaan untuk ilmu kelautan tetap menjadi tantangan. Tarik ulur prioritas anggaran yang terbatas sering kali mengalihkan perhatian dan pendanaan bagi penelitian kelautan.

Pendanaan yang tidak mencukupi dapat menghambat ruang lingkup dan kedalaman proyek penelitian, membatasi akses ke peralatan canggih, dan menghambat perekrutan ilmuwan kelautan terbaik.

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan investasi berkelanjutan dan prioritas ilmu kelautan untuk mendukung penelitian vital dan mengatasi masalah mendesak.

Kedua adalah masalah pengumpulan data. Mengumpulkan data yang komprehensif dan berkualitas tinggi sangat penting untuk memahami lautan dan proses yang ada di dalamnya. Namun, mengumpulkan data laut menuntut logistik dan teknologi yang mumpuni.

Luasnya, kedalamannya, dan letaknya lautan masih menghadirkan kendala bagi upaya pendataan dengan akurasi yang tinggi.

Penggunaan instrumen pengumpulan data di lautan dalam waktu lama, selain mahal juga memiliki tantangan tersendiri. Seringkali peralatan mahal tersebut hilang entah ke mana.

Wilayah laut Indonesia yang luas juga menghadirkan celah-celah data yang masih belum bisa terekam. Selain itu, keragaman data yang didapatkan juga masih terbatas.

Mengatasi tantangan ini memerlukan teknologi inovatif, peningkatan infrastruktur, dan kolaborasi antara ilmuwan, institusi, dan pemerintah untuk meningkatkan kemampuan dan aksesibilitas pengumpulan data.

Ketiga adalah terkait kerjasama internasional. Sifat global lautan memerlukan kerjasama internasional untuk secara efektif untuk menangani tantangan yang ada. Namun, mencapai kerja sama internasional yang bermakna dapat menjadi rumit.

Ada banyak kepentingan, dinamika geopolitik, dan perbedaan prioritas antar negara dapat menghambat proses kerjasama yang diinginkan. Kolaborasi sangat penting untuk berbagi data, menyelaraskan upaya penelitian, dan mengembangkan kerangka kerja bersama untuk tata kelola laut yang berkelanjutan.Oleh karena itu diperlukan upaya diplomasi yang tepat agar dapat membangun mekanisme kerjasama internasional yang efektif, pembangunan kepercayaan dan komunikasi yang baik, dan pengembangan tujuan dan strategi bersama.

Agenda tahunan Hari Ilmu Kelautan adalah salah satu cara yang penting untuk meningkatkan kesadaran akan arti pentingnya ilmu kelautan.

Namun, jangan hanya sebatas seremonial belaka, tetapi harus menjadi katalis dalam tindakan nyata seperti peningkatan pendanaan, keberpihakan dalam kebijakan, kolaborasi yang tepat, keterlibatan publik serta komitmen yang jangka panjang.

Melalui investasi yang tepat dalam bidang ilmu kelautan diharapkan dapat membuka solusi yang diperlukan untuk memastikan laut yang sehat dan tangguh bagi generasi mendatang.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *