Akan tetapi, kita tidak bisa memaksakan kehendak orang lain harus sepemahaman dengan kita. Karena menurut Nurcholish Madjid bahwa kebebasan mutlak itu hanya dimiliki oleh satu orang, dan kebebasan satu orang dibatasi oleh kebebasan orang lain. Gagasan Nurcolish Madjid ini memang liberal, dalam makna membebaskan, gagasan tersebut meliberalisasi pemahaman kita yang selama ini konservatif.
Tiba dikesimpulan bahwa ternyata kehidupan keberagamaan, kapitalis, dan budaya bukan saja bisa berdampingan dan memiliki keterkaitan, tetapi dalam beberapa kasus itu saling bersekutu, berkonspirasi dan saling mendukung satu sama lain. Hingga mampu menciptakan suatu gerakan sosial kolektif yang eksklusif dan berjangka panjang.
Saran saya dalam mencermati persoalan ini, para individu harusnya lebih mengetahui terlebih dahulu apa yang akan mereka ikuti.
Sesuai dengan ayat Al-Quran Surah Al-Isra’ 36: “Janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu ketahui didalamnya,…….”. ayat tersebut menjelaskan secara eksplisit bahwa kita harus berilmu dan ilmu adalah alat manusia untuk mencari kebenaran dalam hidupnya sehingga menemukan jembatan penghambaan menuju Tuhan. Karena jika kita mengikuti tanpa didasari ilmu pengetahuan itu berujung dogmatis dan berakibat konservatifnya pemahaman seseorang.
Mari berhijrah!
(izo)





