Analisis Potensi Energi Surya di Sukabumi untuk Mewujudkan Sukabumi Mandiri Energi

Mukhlis Ali, M.T
Mukhlis Ali, M.T. Pembina KOMETS (Komunitas Mahasiswa Energi Terbarukan Sukabumi) Dosen Teknik Mesin, Universitas Nusa Putra

Oleh: Mukhlis Ali, M.T.
Pembina KOMETS (Komunitas Mahasiswa Energi Terbarukan Sukabumi)
Dosen Teknik Mesin, Universitas Nusa Putra

RADAR SUKABUMI – Energi surya merupakan salah satu energi terbarukan yang paling mudah diaplikasikan di berbagai daerah di Indonesia, karena sifatnya yang tersedia sepanjang tahun dan mudah didapatkan (tidak memerlukan proses pengolahan), dan tentu saja gratis.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu wajar pula jika energi surya menjadi salah satu energi terbarukan yang menjadi fokus utama penerapannya di Kabupaten Sukabumi. Hal itu tercermin dari masuknya pengembangan energi surya di dalam Rencana Induk Kerja Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Sukabumi sejak tahun 2022.

Akan tetapi menerapkan energi surya dengan bermodalkan semangat saja tentu tidaklah cukup, karena tidak semua wilayah di Kabupaten Sukabumi memiliki potensi energi surya yang memadai.

Jika energi surya diterapkan di sembarang lokasi tanpa mempedulikan potensi energi surya yang dimiliki suatu wilayah tersebut, maka dampaknya akan negatif secara ekonomi.

Hal ini diakibatkan oleh tingginya biaya investasi yang harus dikeluarkan, mengingat kapasitas panel surya yang harus dipasang untuk mencukupi kebutuhan listrik di suatu lokasi sangatlah bergantung kepada potensi energi surya lokasi tersebut.

Oleh karena itu menjadi sangat penting untuk melakukan kajian dan analisis potensi energi surya secara khusus di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Tentu dengan harapan hasil kajian ini dapat menjadi dasar bagi stakeholder terkait yang ingin melakukan pengembangan energi surya di Kabupaten Sukabumi.

Agar selanjutnya kebijakan pengembangan energi surya di Kabupaten Sukabumi lebih tepat sasaran. Sehingga cita-cita untuk mewujudkan Sukabumi Mandiri Energi yang berbasis energi terbarukan local dapat diwujudkan.

Pada bulan Januari-Juli 2022, tim peneliti dari Teknik Mesin Universitas Nusa Putra yang diketuai penulis sendiri melakukan analisis potensi energi surya di Kabupaten dan Kota Sukabumi.

Penelitian ini dilakukan dengan melakukan kajian potensi energi surya di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten dan Kota Sukabumi. Di setiap kecamatan dilakukan pengukuran potensi energi surya di lima titik lokasi yang selanjutnya dilakukan rata-rata terhadap hasil pengukuran yang dilakukan.

Dari hasil penelitian terhadap 48 kecamatan di Kabupaten Sukabumi dan 7 kecamatan di Kota Sukabumi diperoleh hasil bahwa hanya ada satu kecamatan yang memiliki potensi energi surya yang tinggi (lebih dari 4 kWh/kWp panel surya terpasang), 5 kecamatan termasuk berpotensi rendah (kurang dari 3,5 kWh/kWp), dan sisanya sebanyak 49 kecamatan lainnya masuk kategori sedang. Kecamatan Ciracap merupakan satu-satunya wilayah yang mempunyai potensi energi surya tinggi, sedangkan yang masuk kategori rendah adalah kecamatan Caringin, Ciambar, Cicurug, Kabandungan, dan Kadudampit.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar kecamatan di Kabupaten dan Kota Sukabumi mempunyai potensi yang memadai untuk pengembangan energi surya sebagai energi alternatif. Sehingga penggunaan panel surya secara lebih masif sangat tepat untuk dilakukan, terutama di wilayah berpotensi energi surya tinggi dan sedang.

Sedangkan di 5 kecamatan yang berpotensi rendah merupakan kecamatan yang berada di dataran tinggi yang mempunyai curah hujan lebih tinggi dan kondisi berawan lebih sering sehingga cahaya matahari tidak cukup banyak menyinari daerah tersebut secara maksimal.

Hasil analisis potensi energi surya yang dilakukan tim peneliti Teknik Mesin Universitas Nusa Putra telah dibuat dalam bentuk peta digital yang dapat diakses secara bebas oleh masyarakat luas melalui website www.petaenergisuryasukabumi.id.

Peta digital ini merupakan bentuk kontribusi tim peneliti Teknik Mesin Universitas Nusa Putra untuk pengembangan energi surya di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi. Agar energi terbarukan khususnya energi surya dapat lebih berkembang dan diterapkan secara lebih masif oleh masyarakat.

Pos terkait