Sementara itu, Dedi Mulyadi menyusul Ridwan Kamil di posisi kedua. Dedi mendapat elektabilitas 11,2 persen dalam simulasi top of mind, 31,9 persen dalam simulasi 26 nama, 33,2 persen dalam simulasi 12 nama, dan 34,7 persen dalam simulasi enam nama.
Lebih lanjut, jika dikerucutkan ke dalam simulasi dua nama antara Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi, maka elektabilitas Ridwan Kamil unggul dengan 55,1 persen sementara Dedi Mulyadi 38 persen.
Menurut Indikator, Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi merupakan dua nama yang paling kompetitif sejauh ini untuk Pilkada Jabar. “Per hari ini, kami tidak menemukan nama yang kompetitif selain Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi saja,” ucap Burhanuddin.
Survei Indikator dilakukan pada 20–27 Juni 2024. Populasi survei ialah WNI di Jawa Barat yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon.
Sampel sebanyak 1214 responden dipilih melalui metode double sampling. Adapun margin of error survei diperkirakan sekitar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.(*)






