“Semua instrumen itu demokratis. Saya waktu wali kota, pasangannya delapan. Saya waktu gubernur Jawa Barat, pasangannya empat. Pada saat pasangan dua, juga demokrasi. Pada saat melawan ada independen, seperti Kota Bandung, juga demokrasi. Pada saat akhirnya ada yang namanya kotak kosong, juga itu aturan, bagian yang disepakati oleh demokrasi kita,” jelasnya.
Menurut dia, mau banyak atau tidak peserta Pilkada Jakarta, tugasnya bersama Suswono ketika sudah ditetapkan oleh KPU sebagai peserta adalah meyakinkan warga Jakarta dengan visi dan misi.
“Mudah-mudahan bisa diterima. Izinkan kami berkomunikasi, belajar untuk mencintai wilayah baru ini, untuk memberikan solusi-solusi yang dipahami,” ujarnya.
Ridwan Kamil merupakan mantan Gubernur Jawa Barat, sedangkan Suswono merupakan mantan Menteri Pertanian.(*)






