Ia menilai keputusan DPP PPP tersebut sebagai pemecatan massal terbanyak sepanjang sejarah partai politik di Indonesia. “Mungkin ini pemecatan pengurus partai terbanyak secara massal sepanjang sejarah politik di tanah air. Kalau didaftarkan ke MURI, ini sudah menjadi rekor,” tegasnya.
Mengenai alasan di balik kebijakan tersebut, Aftoni enggan berkomentar lebih jauh. “Saya kira tidak perlu saya jelaskan panjang lebar. Dinamika ini sudah menjadi konsumsi publik sejak Desember 2025,” pungkasnya.(*)






