Sidak Pembangunan Puskesmas Nangeleng, Komisi II DPRD Kota Sukabumi Punya Permintaan Serius

  • Whatsapp
Komisi II DPRD Kota Sukabumi melakukan Sidak ke Puskesmas Nangeleng, Senin (1/2). Foto:Ikbal/radarsukabumi

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Komisi II DPRD Kota Sukabumi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke proyek pembangunan Puskesmas Nangeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

Dalam sidaknya itu sejumlah anggota komisi II yang dipimpin oleh Ketua Komisi II, Ivan Rusvansyah mengeliling bangunan dan melihat progres pembangunan Puskesmas Nangeleng tersebut.

Bacaan Lainnya

Kondisi pembangunan yang sempat mundur dari jadwal yang sudah ditentukan yakni akhir Desember 2020 lalu , kini diperpanjang hingga 19 Februari mendatang.

” Iya memang terjadi keterlambatan dan ditambah waktunya selama 50 hari kalender. Jadi menyisakan waktu 18 hari lagi,” ujar Ivan Rusvansyah Kepada Radar Sukabumi, Senin (1/2).

Penambahan waktu kerja itu kata Ivan memang sudah sesuai dengan aturan. Hanya saja penyedia jasa harus menerima konsekuensinya dengan diberikan denda setiap harinya, selama waktu penambahan.

” Dalam aturan diperbolehkan dengan perpanjangan. Kalau terpakai masa perpanjangan itu, sekiyar 5 persen harus membayar denda kepada pemerintah,” jelasnya.

Ditambahkanya, Ivan mendorong kepada pihak penyedia untuk menambah jumlah pekerja. Agar target 100 persen dalam pengerjaan proyek senilai Rp. 2.4 miliar ini bisa selesai.

” Sebelum perpanjangan di 31 Desember 2020 itu hasilnya 57 persen. Sekarang hampir mencapai 87 persen. Semoga bisa selesai sesuai dengan rencana,” jelasnya.

Namun memang pembangunan puskesmas ini tidak akan selesai 100 persen sampai digunakan pelayanan oleh masyarakat. Soalnya, pembangunan senilai Rp. 2.4 Miliar hanya struktur bangunan saja tidak sampai selesai.

” Jadi kebutuhan sampai selesai itu Rp, 3.6 Miliar, saat ini dibangun hanya dengan anggaran Rp.2.4 miliar. Jadi untuk sisanya itu kata PPK akan dilanjutkan di 2021 dengan nilai kurang lebih Rp. 1 Miliar. Itu untuk finishing, seperti pasang keramik, cat , listirk dan lainnya,” jelasnya. (bal/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *