Pemilih Rasional Sulit Dipengaruhi Paslon

  • Whatsapp

SUKABUMI— Dalam setiap Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) dan Pemilihan Presiden tentu masyarakat memiliki alasan berbeda-beda untuk menentukan pilihan. Mulai memilih berdasarkan penampilan, kesamaan karakter, hingga visi-misi dan program kerja. Saat ini, pemilih dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan preferensinya.

Mulai dari pemilih rasional yang memilih berdasarkan kinerja, visi misi, dan program, pemilih psikologis yang melihat dari penampilan, sopan santun, hingga tingkah laku kandidat calon hingga pemilih sosiologis, atau yang mengutamakan kesamaan karakter dengan kandidatnya karena melingkupi kesamaan agama, daerah asal, maupun pandangan.

Bacaan Lainnya

Khusus untuk pemilih Rasional, tentunya pemilih ini lebih sulit bisa dipengaruhi oleh kandidat pasangan calon secara gampang, soalnya pemilih ini mengutamakan berdasarkan kinerja, visi misi dan program yang ditawarkan kedepan.

Seperti dikatakan oleh Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, Asep Deni yang mengatakan bahwa pemilih rasional adalah pemilih yang memiliki kualitas berfikir yang terbaik, mereka (pemilih rasional red) tidak akan terganggu oleh Pupularitas tinggi, survei dan tawaran money politik.

“Mereka intinya lebih melihat program yang dibawa paslon, kedua latar belakang paslon dan ketika komitmen paslon untuk kemajuan Kota Sukabumi kedepan, “ujar Asep Deni saat dihubungi koran ini, (9/3) kemarin.

Selain itu, pemilih rasional merupakan pemilih visoner. Soalnya, para pemilih rasional ini biasanya diisi oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi ataupun tokoh masyarakat yang bisa berfikir secara baik tanpa adanya pengaruh lain. Meski belum diketahui berapa jumlahnya, namun dirinya yakin bahwa pemilih rasional sangat berpengaruh dalam perhelatan pesta rakyat lima tahunan ini.

“Jangankan pemilih rasional, yang tidak rasional juga memiliki pengaruh. Namun, untuk pengaruhnya berapa persen saya tidak tau karena belum ada survei dan masa kampanye juga masih berjalan, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk meraih para pemilih rasional salah satunya para kandidat paslon harus memiliki tiga poin. Pertama kandidat paslon harus bisa menyakinkan para pemilih rasional bisa membawa perubahan Kota Sukabumi kedepan, kedua para pemilih rasional harus memliki track record paslon yang baik, karena mereka bakal melihat latar belakang para paslon dan ketiga tentunya para kandidat paslon harus memiliki Visi dan Misi serta kemintmen yang jelas.

“Ya tiga poin itu yang dilihat pemilih rasional, jika ingin meraihnya jangan gunakan money politik dan yang lain-lain, “pungkasnya. (hnd)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *