Pilkada Kota Sukabumi

Bacalon Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi-Dida Sembada Menunggu SK dari DPP PKB

×

Bacalon Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi-Dida Sembada Menunggu SK dari DPP PKB

Sebarkan artikel ini
Achmad Fahmi-Dida Sembada
Bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi - Dida Sembada.

SUKABUMI – Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 Kota Sukabumi semakin dekat. Pasangan bakal calon (Bacalon) Wali Kota dan Wakilnya pun mulai mengerucut kepada tiga pasangan.

Seperti diketahui, saat ini sudah ada tiga pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi yang sudah siap bertarung pada perhelatan Pilkada 2024.

Bank bjb Tandamata

Pertama pasangan yang mempunyai tagline “AYEUNA” Ayep Zaki – Bobby Maulana yang diusung oleh Koallisi Sukabumi Maju (KSM), di antarnya Partai NasDem, PPP, PDI P, PAN, dan Hanura.

Kedua pasangan Mohamad Muraz-Andri Hamami atau MAJU (Muraz – Andri Juara), diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Golkar. Lalu yang ketiga pasangan Achmad Fahmi – Dida Sembada yang diusung tiga partai politik yaitu PKS, Gerindra, dan PKB.

Di sisi lain, dari tiga pasangan bacalon wali kota dan wakil wali kota ini belum semua memiliki rekomendasi pasangan dari semua partai politik.

Seprerti yang disampaikan Ketua Satgas Kota Sukabumi Putih (SKSP) DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi, Wawan Juanda. Dirinya menyampaikan SK rekomendasi sudah diperoleh dari PKS dan Partai Gerindra tinggal menunggu dari PKB.

“Sebetulnya, partai kami (PKS, red) sudah cukup sesuai kebutuhan, namun keinginan partai tetap berkoalisi, dan 3 partai politik ini sudah cukup,” ujar Ketua Satgas Kota Sukabumi Putih (SKSP) PKS, Wawan Juanda, kepada wartawan pada, Selasa (13/08).

“Kami masih menunggu satu partai lagi yakni PKB, yang hingga kini belum keluar SK DPP. Insha Allah dalam waktu dekat. Dead line seminggu sebelum pendaftaran SK-nya sudah keluar. Jadi kami bisa langsung deklarasi,” sambung Wawan.

Wawan menyampaikan, Bacalon Wali Kota Sukabumi dari DPD PKS Achmad Fahmi ini sudah sejak lama memilih pasangan yang tepat, yakni Dida Sembada. Yang notabene merupakan seorang birokrat (Mantan Sekretaris Daerah) Kota Sukabumi.

“Sesuai slogan kami, tetap pilih yang tepat. Kami dari partai tidak sembarangan menghadirkan sosok, memasangkan F1 dan F2 tentu ingin yang pas untuk masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, Achmad Fahmi dengan Dida Sembada ini merupakan pasangan yang pas. Dimana sosok yang satu politisi dan satunya lagi merupakan birokrat.

“Kalo semua dari politisi saja biasanya kurang sempurna. Kalo orang birokrat bisa jadi politisi, tetapi kalau orang politisi belum tentu juga memahami birokrat. Makanya, satu sisi kita apresiasi ketika orang birokrat terjun ke politik,” jelas Wawan.

Untuk itu, tambah Wawan, Achmad Fahmi lebih memilih pasangan dari birokrat sebagai wakilnya agar kepemimpinannya itu nanti memahami terkait birokrasi pemerintah.

“Banyak birokrat yang terjun ke politik, Pak Dida lah yang pas dan baru saja pensiun dari jabatan sekdanya. Jadi lebih dari 3 bulan lalu, SK Fahmi sudah keluar dari DPP, sedangkan pak Dida pada tanggal 5 kemarin setelah purna dari PNS,” pungkasnya. (ris)